pindah rumah

June 21st, 2008 by taxman

rekan-rekan sekalian penikmat Catatan Seorang Penyendiri Gila yang tercinta dan terlaura dimanapun anda berada…..

setelah sekian lama gw bikin tulisan di sini, tiba saatnya gw untuk menyukseskan pemilihan umum. halah…

gw cuma mau bilang kalo mulai sekarang gw gak nulis di sini lagi.
gw pindah nulis ke shamrockian.wordpress.com
jadi kalo pengen tau apa kabar terbaru dari gw, silakan klik ke sana
tapi kalo anda pengen tau kabar terbaru dari artis idola anda ketik REG (spasi) (nama artis idola anda) kirim ke 9500, ok??

jadi ceritanya pengen ngetop nih, sampe-sampe buka account di wordpress??
nggak, nggak….
gw cuma pengen memperluas cakrawala pandang gw.
selama ini yang bisa komen di blog gw (kalaupun ada yang mau) terbatas dari kalangan Friendster.
gw pengen siapa aja bisa ngasih komen di buah pikiran gw. biar gw tau apa tanggapan orang sehingga gw bisa menilai sejauh apa kemampuan pikiran, pengamatan, dan pengungkapan gw.
itu aja kok.

yuuk…kunjungi blog baru gw
(malu ah..gw gak biasa promosi2 gini…)

========================================================================

postingan yang anda baca ini adalah postingan ke 120 sejak gw pertama kali posting di tanggal 29 Maret 2005 dan telah meraih (hayah…) 250 komentar dari rekan-rekan sekalian.

dulu gw pernah punya target paling nggak perbandingan rata-rata postingan dan komentar adalah 1 : 2
satu posting setidaknya dapet dua komentar.
simpel aja.
karena gw memang bukan bloger sepenuhnya.
cuma menuangkan isi hati lewat tulisan dalam media blog.
dan sekarangpun masih begitu.

terimakasih atas perhatian rekan-rekan selama ini.
sekali lagi terimakasih.

revenge of the Destiny

June 5th, 2008 by taxman

haha…judul postingan ini kayak judul-judul film laga ya…

gw ini kan biasanya kalo absen pagi itu biasanya gak pernah telat. entah itu gw naek KRL atau naek motor.
malah kadang gw berangkat agak siang dari kosan, tapi gak sampe telat juga.

jadi ceritanya, jadilah gw jumawa, karena ngerasa gak pernah telat.
kalo naek motor, gw berangkat setengah tujuh dari kosan, sampenya bisa jam tujuh lebih dikit.
pernah juga hampir mendekati jam tujuh, ternyata sampe disana absennya masih belum telat.
jadi gw sekarang kalo mau berangkat jadi meremehkan jam.
"ah…paling ntar sampenya nggak telat. jadi nyantai aja…"
gitu.

ternyata sang takdir atau "the Destiny" merasa gerah melihat kejumawaan gw.
sombong banget sih nih anak…
gitu kali pikirnya.
akhirnya kemaren sang Destiny bertindak.

kemaren gw bangun kesiangan, yah nggak terlalu kesiangan amat sih.
tapi bila diperhitungkan dengan waktu yang gw gunakan untuk melakukan ritual pagi, tentu saja kalo gw gak cepet bisa telat.
selesai urusan siap-siap, melajulah gw dengan motor plat merah milik negara secepat mungkin ke kantor.
alah…mana bensin udah mau habis lagi…
terpaksalah gw mampir sebentar di SPBU yang lumayan rame itu.

disini gw udah ngerasain kalo si Destiny udah senyum-senyum.
"gotcha….!!!"

tapi gw belum mau menyerah.
selama masih bisa diusahain, gw mesti terus maju.

tapi kayaknya si Destiny sudah siap mencegat gw.
yang jalanan dibikin macet lah.
yang susah nyaliplah.
pokoknya dia berusaha keras buat menghukum gw atas kejumawaan gw.

dan sampailah gw dikantor.
kok parkiran di atas sepi ya..
gak ada aktifitas orang-orang yang berlarian menghindari telat.
yah…you win, Destiny
gw ngaku kalo gw jumawa…

dengan pasrah, akhirnya gw turun ke parkiran bawah.
ya sudahlah…ngapain lagi buru-buru…
sampe ke atas gw ngabsen dan ngeliat jam di display
7:30:42
damn…

cuma telat 43 detik.
kalo tadi gw parkirnya cepetan trus lari ke atas, mungkin masih bisa sebelum pukul 7:30…
huh…
Destiny, kau telah mengelabuiku…
awas ya..!!

sampe diatas, temen gw yang ngurusin masalah absen bilang kalo belum 7:31, masih belum dianggap telat.

whahahahahahaha…..
yes…!! yes!!! YES !!!
gw menang….
kamu kalah, Destiny…
hahahahaha….
kamu kalah….

bisa gw bayangkan kalo si Destiny bermuka masam, dan berkata "Tunggu Pembalasanku !!!"

. . . . . .

pagi ini,
gw bangun telat lagi. lebih telat dari kemaren malah.
ditambah gw harus memadamkan pemberontakan di perut gw…
akh…
gw harus ngebut kali ini.
bensin full tank…
motor siap laju.
sepanjang jalan juga gak terlalu ramai.
motor gw bebas nyelip-nyelip.
sampe kantor gw buru-buru parkir.

dan ketika gw menempelkan jari di mesin absen
7:40:39
damn…(lagi)

si Destiny ngakak sampe berguling-gulingan….

========================================================================

moral cerita?
kalo ngegame mbok yao jangan sampe lewat dari jam 1 pagi dong, mas…
lha tidurnya ntar jam berapa ???

don vito

May 27th, 2008 by taxman

Godfather

tiba-tiba terbersit akan sesosok pria setengah baya, dengan rambut yang sedikit memutih, mata yang teduh namun tajam, garis bibir yang melengkung angkuh, dagu yang terkesan lembek namun kekar…

pria itu bertubuh subur, posturnya tinggi besar, gerak-geriknya tidaklah gesit.

ia tengah menyantap makan malamnya, sepiring spaghetti, di sebuah restoran Italia.

dia duduk di sebuah meja di satu sudut restoran. restoran itu sendiri sepi, karena sudah lewat waktu makan malam. namun di sekelilingnya, di meja-meja dan sudut-sudut lain restoran itu ada beberapa pria lain. menunggui dia tampaknya.

pria itu mengakhiri makan malamnya. dia mengelap mulutnya dengan serbet.

"..Enzo…" panggilnya pada seorang pria di sudut seberangnya

Enzo mendekat ke mejanya.

"kau tahu apa yang harus kau lakukan, Enzo ??"

Enzo mengangguk.

"Aku ingin kau melapor padaku setelah sarapan, mengerti?"

Enzo menganggu lagi, kemudian dia melangkah keluar.

Sang Pria itu bergeming di kursinya.

tepat ketika pintu dimana Enzo keluar menutup kembali, Sang Pria memanggil seseorang yang lain

"Luca…"

orang bernama Luca itu tidak menjawab, melainkan langsung keluar melalui pintu yang sama.

hening sejenak.

kemudian pintu terbuka dan Luca masuk kembali. ia tidak berkata apa-apa, hanya mengangguk pelan kepada sang pria.

Sang pria menghela nafas, campuran antara kepuasan dan kepedihan.

ia kemudian menoleh ke seorang lelaki yang duduk di counter kasir.

"Kau lihat, Michael?" tanya Sang Pria

Michael mengangguk

Sang pria berkata lagi "..itu..bukan masalah pribadi….semata-mata masalah bisnis…"

=========================================================================

gw pikir, jadi seorang pemimpin mafia itu keren ya….
dia gak perlu punya jabatan walikota, kepala polisi, atau apalah…
tapi dia bisa punya kekuasaan…
kekuasaan…bukan jabatan….

menikah

May 18th, 2008 by taxman

"buat apa sih kita menikah?"

kedengarannya bodoh ya kalo kita nanyain pertanyaan itu…
tapi gw bener-bener pernah mempertanyakan itu lho….

"buat menyempurnakan separuh agama"
"buat meneruskan keturunan"
"biar bisa membentuk keluarga"
"supaya hati tenteram"
"supaya hidup itu punya tujuan"
"biar pintu rejekinya kebuka"
"biar nggak sendiri"
"supaya halal"
"supaya bisa menyalurkan kebutuhan"
"supaya yahud.." (halah)
"supaya keren…." (hayah..ini apa lagi)

gak ada yang salah kok sama jawaban-jawaban itu.
semua benar…
dan itulah jawaban-jawaban yang gw dapat atau saya sarikan dari banyak teman dan orang-orang yang sudah lebih berpengalaman.

jadi gw setuju sama jawaban-jawaban itu?
tidak sepenuhnya…

kenapa?
karena jawaban itu nggak keluar dari hati gw.

ok, mungkin lagi-lagi anda nganggep gw bodoh atau apa, tapi selama ini gw selalu mencari alasan kenapa orang (dalam hal ini, diri gw sendiri) menikah.
"nikah itu biar hati lo tentram" kata seorang teman
tapi begitu gw tanya ke diri sendiri, "buat apa lo nikah?" tiba-tiba gw merasa itu bukanlah jawaban hati gw (ceilee…jawaban hati….cem butul aja…)

"biar lo bisa nyalurin kebutuhan lo secara Halal" akh…kok jawaban ini kesannya mengidentikkan nikah dengan hubungan kelamin semata ya?

"…untuk menyempurnakan separuh agama….." walah…gw aja beragama masih belom nyampe seperempat….

"….untuk meneruskan keturunan…." hmm….kayaknya ini kejauhan buat gw…

gw butuh jawaban yang lebih personal…lebih pribadi, yang memang jawaban itu yang gw butuhkan….jawaban yang custom (halah…)

Suatu kali gw sempet nanyain ke seorang teman, "Mas kenapa sih sampean dulu memutuskan untuk menikah?"
sang Mas itu menjawab "biar hidup saya punya tujuan"

awalnya gw nggak ngeh sama jawabannya itu dan menganggapnya sama seperti jawaban-jawaban lain. hingga suatu hari sebuah pencerahan datang ke gw…

akhir-akhir ini kayaknya temen-temen gw udah pada mulai beli rumah nih. gw yang gak pernah ngeh sama hal-hal begituan tiba-tiba merasa terusik.
gw yang nganggep itu adalah urusan orang yang udah ‘dewasa’, akhirnya mulai mikir bahwa gw juga harus jadi dewasa (hihihi…ada hubungannya gak sih beli rumah sama kedewasaan???). dan mulailah gw coba-coba nyari tau soal rumah, cara beli rumah, dan sebagainya. juga mulai mikir enaknya dimana ya…
dan saat itulah sebuah suara dari langit tiba-tiba terdengar :

"mas…ini kabelnya udah lama nih…bisa korslet kalo dibiarin aja…"
lho…kok jadi suara teknisi listrik?

maksud gw suara yang ini :
"ngapain lo nyari rumah?"
"ya buat tinggal" jawab gw
"emang kosan lo ini gak cukup?"
"mm…cukup sih…."
"trus kenapa?"
"……." gw terdiam.

Tiba-tiba gw tersadar.
kesadaran gw ini sebenernya gak ada hubungannya sama beli rumah dan suara yang mempertanyakan alasan itu. pokoknya tau-tau gw mengerti apa maksudnya si Mas temen gw tadi itu bilang bahwa menikah membuat hidupnya punya tujuan.

hidup gw saat ini tanpa tujuan.
gw gak tau sekarang ini gw hidup untuk apa dan untuk siapa.
gw gak punya pegangan
gw jauh dari orang tua
gw hidup cuma buat diri gw sendiri, dan gw tau itu gak akan lama

hidup gw saat ini seadanya aja.
pagi bangun, berangkat ke kantor,di kantor kerja (dan males-malesan juga),sore pulang,malam tidur dan seterusnya.
kadang diselingi maen futsal,berenang,bercanda dengan teman teman, nonton film.   thats it

gw butuh tujuan
gw butuh pencapaian
gw butuh quest, kalo di istilah game-game Online

gw butuh berjuang, bertarung
dan yang terpenting gw butuh orang yang gw perjuangkan.
orang yang membuat gw kerja banting tulang.
orang yang akan gw perjuangkan.
gw butuh orang yang bisa gw buat bahagia…
orang yang pada senja hari bisa gw katakan padanya "semua ini gw lakuin buat ngebahagiain lo…"
i wanna make you happy, my queen…

orang tua?
itu sudah keharusan.
saudara-saudara? mereka toh akan punya keluarga dan orang yang akan mereka perjuangkan
teman dan sahabat? begitu pula mereka.

thats it.
gw ngerti sekarang.
gw bukan tipikal orang yang berusaha sendiri untuk meraih kejayaan.
bukan, gw bukan manusia super seperti itu. walau gw tau banyak orang yang mampu kayak gitu.

gw ini ksatria yang bertarung melawan naga untuk menyelamatkan sang putri yang ditawan penyihir di menara tinggi
gw bukan kaisar penakluk tiga benua yang pada akhirnya jatuh hati pada seorang ratu penguasa Mesir
gw…..
………ya, ada apa?

maaf, mas….kepanjangan…..jadi langsung aja deh ke intinya….
menurut mas apa alasan mas kalo nanti mas memutuskan menikah?

jawaban gw?

iya lah..masa ya iya dong, apalagi ya iya dech
Mulan aja Jameela, masa Jameedong, apalagi Jameedech
jawaban mas apa?

karena gw harus berjuang, untuk orang yang gw cintai.
untuk membahagiakannya.

========================================================================

Terimakasih buat Geladi Garnida dan Adhitya Mulya, yang telah membagi lelaki menjadi tipe Tahu dan Tipe Lontong…halah…

akhirnya gw bisa ngerti filosofinya, gak cuma komedinya….

rasa pedas, sebuah candu…..

April 24th, 2008 by taxman

ada suatu saat dimana gw pernah bosan dengan rasa manis…..
bikin haus….
juga kadang gw pernah bosen sama rasa asin….
bikin haus juga….

tapi yang gak pernah bikin gw bosan adalah rasa pedas….

==========================================================================
gw ini pada prinsipnya adalah penggemar rasa pedas, mungkin karena lidah gw ini lidahnya orang melayu yang toleran, bahkan menyambut gembira pada rasa pedas.
bisa dikata, makan tanpa sedikitpun rasa cabe sama saja dengan makan nasi putih hambar….

gw sempat merenung (ah…padahal gak terlalu pantas buat direnungi), pada saat gw lagi makan gorengan, satu gorengan bisa gw makan dengan paling tidak 3 sampai 5 buah cabe rawit, kadang itupun masih gw cocol lagi sama saus sambel.
saat itu gw menyadari (ah…padahal gak terlalu pantas buat disadari), bahwa kalo gw makan pake cabe, gw merasa kepedesan (ya iyalah…), tapi begitu di gigitan berikutnya tidak gw sertai dengan kunyahan cabe rawit kok rasanya kurang gimanaaa…gitu…
jadi dari hasil perenungan dan penyadaran gw tadi itu, gw berkesimpulan bahwa bagi gw cabe itu seperti candu (hehe…nyambung gak ya..), tanpa cabe gw selalu merasa ketagihan…..

hmmm………kok gw jadi merindukan nasi panas, ikan goreng, kerupuk dan sambal tumis ya….

========================================================================
yah….buat orang yang udah lama gak ngeblog….gw cukup puas dengan postingan ini….

……

February 4th, 2008 by taxman

hmm…udah lama blog ini gak ditengok….
(membersihkan sarang laba-laba yang bergantungan..)

aduh, maaf ya….gw beres-beres dulu….
maaf berantakan…

dalam badai

December 2nd, 2007 by taxman

sebuah kebanggaan yang tersisa, yang masih gw pegang sampe saat ini terancam runtuh…..

atau mungkin memang sudah runtuh, lalu lenyap?

hanya saja gw gak menyadari

atau gw yang gak mau menyadari?

sebuah suara licik (atau bijak? entahlah…saat ini sudah nggak ada bedanya) berbisik pelan…
"….sudahlah….untuk apa berjuang untuk sesuatu yang sia-sia…mundur…dan pergilah…tak perlu malu…jadi pecundang itu bukanlah sebuah dosa….."

samar gw mendengar tawa terbahak-bahak….suara licik (bijak?) itukah yang tertawa?

cih….bahkan hati kecil gw pun menertawakan….

sementara gw masih berpegangan pada pedang ini…

pedang yang gw tancapkan ke pasir…

pedang yang gw jadikan pegangan kala menghadapi badai yang makin ganas menerpa

ah..hanya perasaan gw….atau memang benar…

tubuh gw mulai meluruh…perlahan seiring hantaman badai….

dan gw masih tetap bertahan disini….

========================================================================

Now Playing at Playlist : Too Much Love Will Kill You.Mp3–Queen

pintu 3 : pencerahan?

October 22nd, 2007 by taxman

sebuah suara dari dalam kepala gw tiba-tiba muncul dan langsung nyeletuk :

ehmm…jangan cuma gedor-gedor pintu doank, donk…
yang terpenting adalah apa yang harus kamu lakukan ketika pintu itu terbuka?
kamu selalu meminta pintu itu terbuka, tapi apa kamu pernah mikir kalo pintunya kebuka kamu mau ngapain?

hmm….gw tiba-tiba terkesima…
iya ya…
gw selama ini cuma mengharap sang empunya rumah mendengar dan mau keluar, tapi gw belum (enggak) kepikiran gw mau ngapain kalo tuan rumah membuka pintu..

iya ya…gw mau ngapain ya?

dasar naif, pikiran lo pendek amat sih…
suara kecil itu berkomentar dari sudut-sudut ruang di kepala gw yang sempit ini

lo pikir lo bisa ngetok pintu rumah orang, pake gedor-gedor segala, lantas begitu pintunya kebuka dan tuan rumah nanyain ada perlu apa, lo cuma bilang, sambil cengengesan lagi, "Enggak Pak, saya cuma ngetok pintu bapak doank…"

gubrakk!!!

=======================================================================

mungkin memang benar….
gw sebaiknya juga mikirin apa yang mesti gw lakuin (tunjukin? tawarkan?) kalo pintunya kebuka..

intinya, jangan cuma bersiap untuk menang (ehm..), tapi juga bersiap gimana kalo kemenangan udah di tangan

kata orang, mempertahankan itu lebih sulit dari pada memenangi….
halah….

========================================================================

sebuah mihrab yang di terangi cahaya rembulan…
sebuah panggung dengan Gibson LesPaul di atasnya….
sebuah lapangan dengan dua gawang di masing-masing ujungnya…
sebuah perpustakaan dengan ribuan buku di dalamnya…
sebuah rumah mungil dengan pekarangan luas yang hijau…

hayah…ngayal aja…

refleksi

September 20th, 2007 by taxman

waktu masih di tingkat tiga dulu, seorang dosen (coba tebak, dosennya cowok apa cewek)pernah bertanya pada kami sekelas.
apa cita-cita kami dulu.
semua anak ditanya. ternyata jawabannya beragam. mulai dari jawaban standar : dokter, insinyur; sampe yang unik : artis, petinju.

gw dulu sebenernya pengen jadi astronot.
tapi ketika pertanyaan itu diajukan ke gw, yang keluar dari mulut gw adalah "Saya pengen jadi orang baik, Pak" (yup…buat anda yang menjawab cowok, gw kasih nilai seratus. buat yang jawab cewek, berusaha lagi, ya..)

kalo gw pikir-pikir, itu jawaban bodoh.
jadi orang baik itu bukan cita-cita.
jadi orang baik itu keharusan.
walaupun gw sangat yakin semua manusia di dunia ini tidak akan 100% jadi orang baik semua.
ya iyalah…kalo gak ada orang yang gak baik, buat apa ada orang baik? sebuah prinsip adil dan berimbang.

gw gak tau apakah gw sudah bisa digolongkan sebagai orang baik.
dan gw gak berani menghakimi diri sendiri.
karena yang berhak menghakimi adalah hakim, bukan jaksa..
maksud gw, biarlah orang lain (termasuk anda) yang berhak menilai.
kalau anda sudah menilai gw, dan ternyata gw bukanlah golongan orang baik, silakan sampaikan penilaian anda  ke gw.
gw terbuka atas segala kritik dan saran asalkan disampaikan lewat alamat di bawah ini (mengacungkan jari ke bawah sambil menggerakkannya bolak balik selebar dada. dada gw sendiri tentunya)
tapi bila anda menilai gw sudah termasuk golongan orang baik, tolong jangan sampaikan penilaian anda. cukup simpan saja dalam hati anda.

oke silakan menilai saya….

(hening sejenak…………………)

oke silakan sampaikan penilaian anda….

(………………………….hening…………….)

lho kok pada diem??

(………………………….hening……………)

ooh..oke..gw ngerti…
terimakasih…

========================================================================

gw sering sangat kagum pada orang yang baik.
gw sering menemukan dalam perjalanan hidup gw bermacam-macam orang baik.
juga sangat sering menerima kemurahan hati mereka.
hal itu yang membuat gw pengen jadi orang baik.
yang gw liat jadi orang baik itu begitu menyenangkan.
orang yang baik tidak perlu mengkhawatirkan prasangka-prasangka.
orang baik bisa menjalani hidupnya dengan tenang.
orang baik juga diterima oleh lingkungan sekitarnya
juga orang yang tetap jadi orang baik walaupun orang lain berlaku tidak baik kepadanya.

hfff……..
(soundtrack : Nice Guys Finish Last.Mp3–Green Day)

========================================================================

gw gak tau, berapa banyak kebaikan yang sudah gw perbuat selama 23 tahun terakhir ini. jangan-jangan sudah terhapus oleh banyaknya perbuatan tidak baik.
juga gw gak tau apakah gw masih akan bisa berbuat baik di tahun-tahun berikutnya…
Turut Berduka Cita atas makin berkurangnya masa hidup gw…

untitled

September 17th, 2007 by taxman

sepotong kata mutiara yang gw comot dari buletin board,

Orang yang paling bahagia adalah orang
yang tidak merasa selalu membutuhkan
semua hal terbaik, mereka hanya
berfikir
bagaimana menciptakan semua hal menjadi
terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam
hidupnya.

=========================================================================
entah apa maknanya. cuma gw seneng ngebacanya…

<!–
if (browseris.mac && !browseris.ie5up)
{
var ms_maccssfpfixup = “/_layouts/1033/styles/owsmac.css”;
document.write(”");
}
//–>

.jes3{}