Archive for September, 2005

gw ekstrim….bahkan golongan ekstrim pun membenci gw

Friday, September 30th, 2005

mohon maaf buat kaum idealis, juga buat kaum oposisi.
tapi ini pandangan gw.

kemaren, semalem, tadi pagi, gw liat di TV berita mengenai kenaikan harga BBM.
dan, sebuah reaksi umum, adalah diiringi oleh demonstrasi yang dominan dilakukan oleh sekelompok massa yang digelari kaum intelektual, mahasiswa.

gw pernah jadi mahasiswa–terakhir sekitar sebulan yang lalu—dan gw tahu bahwa mahasiswa adalah corong terdepan perubahan.
gw bangga dengan status mahasiswa gw, apalagi di kampus yang memang punya idealisme tinggi.
di kampus itu gw menyelami dari dekat idealisme mahasiswa yang aktif menyuarakan kritiknya lewat aksi demonstrasi. gw akui gw gak pernah ikutan demo walaupun gw terjun dalam BEM. tapi gw selalu bangga kalo liat mahasiswa kampus gw demo.gw simpati.(cuma simpati doank?? huh)

tapi begitu gw bandingin sama yang gw liat di TV, gw jadi miris.
gw jadi gak respek sama perjuangan mahasiswa yang kayak gitu.
dimana sih letak julukan intelektualitas mereka?
demo atau anarki?
yang demo mahasiswa atau preman?
apakah standar demonstrasi adalah bakar ban di tengah jalan?
melempari aparat? bahkan bersiteru dengan aparat?
okelah kalo kalian punya alasan sendiri.
tapi gw gak ngeliat ke-intelektualiatas-an kalian disana.
gw gak simpati sama demonstrasi kalian.
trus kenapa kalo demo gak bisa rapi?
rambut gondrongnya mbok ya disisir atau dikuncir,biar rapi.
jinsnya (apalagi yang belel) mungkin lebih baik diganti sementara dengan celana kain biasa.
gw tau mahasiswa adalah simbol kebebasan dan anti kemapanan.
tapi pake itu dalam kondisi yang sesuai.
jangan-jangan kalian sebenernya cuma ikut-ikutan larut dalam euforia berdemo, mengaktualisasikan diri, mengekspresikan kebebasan?
apa kalian bener-bener tau apa yang kalian perjuangkan?
sudah dipikir apa sisi baik dari kebijakan pemerintah yang kalian jadikan objek demo itu?
jangan hanya sisi buruknya dong yang diliat.
memang, mahasiswa adalah oposisi pemerintah
tapi analisa dulu dong, jangan langsung men-judge.
kita sering liat demo menentang ini, menentang itu,
tapi pernah gak kita liat demo yang mendukung kebijakan pemerintah?
(ada, dulu waktu ada kasus ambalat…tapi selain itu? tolong koreksi kalo gw salah)
alangkah baiknya kalo kita gak cuma teriak teriak mencaci tapi juga memberikan semacem petisi atau solusi yang lebih bersifat menyelesaikan masalah atau setidaknya memperingan beban pemerintah.
gw nulis ini bukan berarti gw jadi pro kepada pemerintah.
gak juga.
gw gak mihak siapa-siapa.
persetan dengan kebijakan kenaikan BBM !
persetan juga dengan demo memprotes kenaikan BBM !
apakah gw keliatan apatis?
terserah kalian.
gw yakin kebijakan ini sudah dipertimbangkan secara masak oleh pemerintah.
ITULAH AKIBATNYA KALO HIDUP TERGANTUNG SAMA BELAS KASIHAN ORANG LAIN !!
———————————————————————————————————————-
gw gak ngedukung kaum kapitalis sebagaimana gw juga gak ngedukung kaum sosialis,
gw gak ngedukung kaum borjuis sebagaimana gw juga gak ngedukung kaum proletar,
gw udah bosen dengan golongan-golongan
gw udah bosen dengan ideologi-ideologi

gw atau lo gak berhak menghakimi dan menghukum,
menyatakan kalian atau orang lain benar,
atau menyatakan kalian atau orang lain salah,
semua itu bukan hak kalian
semua itu hak Tuhan
hak kalian adalah berbuat berdasarkan petunjuk Tuhan

keliahatan apatis?
terserah kalian.
ini hak gw
——————————————————————————————————————

tentang impian…..lagi

Wednesday, September 28th, 2005

"kebanyakan orang takut atau berhenti bermimpi.
kenapa?
karena impian memerlukan uang"

apakah sewaktu kecil dulu anda pernah bercita-cita jadi seorang astronot?
atau pengen punya pesawat pribadi?
apakah dulu anda punya keinginan berpetualang keliling dunia, menjelajahi daerah-daerah baru yang jauh dari peradaban?
atau anda ingin memelihara singa?
semua itu adalah impian dan cita-cita masa kecil anda.
atau mungkin anda punya cita-cita masa kecil yang lebih mengasyikkan? anda sendiri yang tahu.

kita semua punya impian dan cita-cita ketika kita masih kecil.
terkadang hal yang gak masuk akal bagi pikiran orang dewasa.
justru itu.
apakah impian dan cita-cita masa kecil anda masih anda pegang sampai sekarang?
ataukah telah pudar karena anda merasa telah dewasa dan impian tersebut adalah hal yang gak masuk akal?

ketika kita makin dewasa, kok kita jadi makin mempersempit realita pemikiran kita ya?
kita jadi makin realistis.
bukan berarti realistis itu jelek, tapi yang terjadi kita terlalu takut akan realita yang kita hadapi.
makin banyak kita tahu, makin takut dan makin berhati-hati kita dalam bertindak.

contohnya :
ketika masih kecil, Tukul (bukan nama sebenarnya), bercita-cita menjadi seorang astronot.
di masa kecilnya itu, yang dia bayangkan adalah berjalan-jalan di luar angkasa dan bertemu dengan makhluk yang tinggal di planet lain.menyenangkan bukan?
kemudian Tukul masuk SD. dia tahu dari pelajaran di sekolah bahwa jarak antar planet dan galaksi sangat jauh dan belum diketahui apakah ada kehidupan lain di luar sana.
mendengar itu, Tukul berubah pikiran.
impiannya berubah. ia ingin menjadi orang yang mendarat di bulan dan membangun kota di sana. masih cukup menarik.
ketika di SMP, ia tahu bahwa suhu di bulan sangat ekstrim dan menjadi astronot bukanlah cita-cita yang umum (menurut teman-temannya).
akhirnya ia memutuskan tidak menjadi astronot, mending jadi ilmuwan aja. maka ia mendalami  pelajaran fisika dan biologi. ia bertekad menjadi ilmuwan.
setelah SMU, Tukul mendapati bahwa ilmuwan bukan sebuah pekerjaan yang menguntungkan secara keuangan. ditambah ayahnya sudah memasuki masa pensiun dan mulai timbul kesadaran dalam diri Tukul untuk mandiri, bahkan kalo bisa ia membiayai hidup orang tuanya sebagai balas budi.
ia kembali berusaha realistis. selepas SMU ia memilih jurusan di perguruan tinggi yang menurutnya dapat menjadikannya seorang profesional yang bergengsi.
selama kuliah, ia menemukan bahwa biaya kuliahnya makin mahal dan ia sendiri mulai kerepotan memenuhi kebutuhan hidupnya. akhirnya ia memutuskan untuk mencari kerja sambilan.
akhirnya ia mencoba berwiraswasta setelah capek melamar kerja karena ia belum tamat kuliah dan ijasahnya cuma SMU.
mulanya ia masih bisa kuliah sambil kerja, lama-lama ia kerja sambil kuliah, dan pada akhirnya, karena kesibukannya di dunia kerja, ia memilih untuk melepaskan kuliah dan berkonsentrasi sepenuhnya untuk menjalankan usahanya.
sampai ia kemudian berkeluarga dan menjadi seorang pengusaha yang cukup sukses (alhamdulillah)

apa yang salah dari contoh si atas?
ceritanya kepanjangan? iya sih..he..he..he
gak ada yang salah.
trus kenapa di ceritain?

gw cuma mau nunjukkin bahwa impian masa kecilnya telah terlupakan.
mungkin ia masih ingat, tapi gw pikir ia sudah gak nafsu lagi buat ngewujudin impiannya.
ia sudah terlalu realistis.
ia sudah kehilangan keinginan untuk bermimpi.

kedewasaan membuat kita lebih banyak tahu.
lebih banyak tahu membuat kita menyadari hal-hal yang bisa dijangkau oleh diri kita lalu membuat sendiri batasan-batasan bagi kemampuan kita.
dan bukannya disiasati, kita malah mundur ketika tahu hal yang kita akan jalani berada di luar batas yang kita buat sendiri.
padahal kita gak akan pernah tahu batas kemampuan kita sampai kita sendiri yang melampaui batas itu. masalahnya, kita gak mencoba melewati batas itu.
kita cuma berkata dalam hati, "gw gak bakal bisa! percaya deh. gak perlu lo nyuruh gw ngebuktiin. gw tau siapa diri gw!"

dan ia berusaha realistis.
"gw tau gw cuma bisa segitu. jadi gw gak perlu mencapai yang lebih tinggi. gw udah cukup karena gw tau cuma segitu kemampuan gw"
kalo kita tanya, "impian lo waktu kecil gimana?"
dia menjawab "akh, itu kan dulu. waktu gw kecil. blom tau apa-apa. blom berpengetahuan.sekarang gw udah lebih dewasa. tau apa yang mungkin bagi gw, dan apa yang gak mungkin buat gw.realistis lah"
mungkin kita juga seperti itu (gw juga)

coba anda liat orang-orang di sekitar anda.
tanyakan berapa banyak dari mereka yang masih menjaga impian masa kecil mereka.
atau mungkin diri anda.
kalo gw? gw baru sadar sekarang. makanya gw nulis post ini.

pada akhirnya,
adalah hak masing-masing pribadi untuk mengurusi impian mereka.
gw pun gak mencoba menggurui.
gw cuma nulis aja.
tapi kalo ada yang tergugah, terinspirasi,terilhami, atau malah tersinggung
gw cuma mau bilang : masalah lo !!

tengkyu.
matur suwun (bener gak bahasanya?)

————————————————————————————————————-
memento mori
ingatlah suatu saat kita akan mati

————————————————————————————————————–

keputusan pribadi

Friday, September 23rd, 2005

membuat keputusan adalah salah satu hal tersulit buat gw. mungkin juga buat anda.
apalagi keputusan yang murni dari diri anda sendiri tanpa keterlibatan pihak lain baik secara mental ataupun fisik.
mungkin anda pernah berusaha untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan diri anda sendiri? tapi setelah dipikir-pikir ternyata selalu ada unsur pertimbangan dari pihak lain walaupun sangat sedikit.
mungkin anda pernah membuat keputusan yang murni dari hati anda sendiri?  sama kayak gw donk.

kali ini gw pengen cerita tentang sebuah keputusan yang pernah gw buat,untuk pertama kalinya dimana keputusan tersebut adalah murni dari dalam hati gw sendiri tanpa campur tangan pihak manapun.

kayaknya serius banget,ya?
gak, sebenernya gak serius-serius banget.
nyantai aja.

dulu, semasa aku masih muda….
gw dulu (pernah) masuk golongan anak-anak pandai nan terpelajar.
pokoknya dari kelas satu SD sampe kelas satu SMP gw kagak pernah yang namanya keluar dari 5 besar. bahkan sebenernya gw lupa kapan gw pernah dapet rangking diatas 2.
hingga suatu saat, saat gw kelas 2 SMP cawu 2 (dulu masih pake cawu), gw udah jenuh.
bukannya sombong (sumpah) tapi pelajaran-pelajaran saat itu gw anggap terlalu mudah buat gw(bener, gw gak niat nyombong).

saat itu gw berpikir "hey, gimana sih rasanya kalo gak rangking satu? kayaknya anak-anak yang laen yang gak pernah dapet rangking kok biasa-biasa aja? gak ada bedanya dalam keseharian"
gw emang sering denger bahwa ada orang tua yang muji-muji anaknya kalo dapet rangking dan ada yang ‘agak’ kesel kalo anaknya gak dapet rangking. apa iya? soalnya ortu gw gak pernah muji-muji gw tuh.( udah bosen kali, tiap cawu rangking melulu selama 7 tahun)
akhirnya gw ambil sebuah keputusan.
cawu ini gw harus gak rangking !!!

gw gak kepikir gimana reaksi orang. terlebih ortu kalo gw gak dapet rangking.
tapi saat itu tekad gw udah bulat.
gak ada yang mempengaruhi gw. semua itu murni gw putuskan sendiri.tanpa konsultasi, tanpa bilang-bilang ke siapapun.
caranya gimana? ya..ujian cawu gw hasilnya harus jeblok. tapi gw juga gak mau jeblok2 amat. ya peringkat tengah lah. kan cuma eksperimen. cuma muasin diri aja.

hingga saat ujian cawu tiba.
seperti yang udah gw duga. soal2 ujiannya sangat mudah, bagi gw. gw ngeliatin temen-temen di sekitar gw. gw heran, kok soal kayak gini aja bingung.
dan gw jalanin rencana gw.
gw cuma ngejawab benar setengah dari jumlah soal.
sisanya gw jawab asal asalan. padahal kalo gw mau gw bisa jawab semuanya dengan sempurna.
tapi kan gw pengennya gak dapet rangking.

alhasil, saat bagi rapor, keinginan gw tercapai.
sesuai dengan cara gw ngisi ujian, gw dapet rangking 24 dari 48 siswa.
luar biasa, orang-orang geleng-geleng kepala.
cawu satu gw rangking satu, cawu dua rangking 24. menakjubkan.
apakah gw kecewa? tidak.
kesal? tidak
malu? tidak
gw bahagia
kenapa?
karena gw udah menuruti keinginan hati gw
dan hasil yang gw dapatkan adalah hasil yang gw harapkan sendiri, tanpa campurtangan orang lain.
gw merasakan kepuasan yang belum pernah gw rasakan sebelumnya.
sungguh menyenangkan.
walaupun banyak yang mempertanyakan.
keluarga besar gw bertanya-tanya
ortu cuma geleng-geleng kepala (tapi mereka gak marah, lho. makin seneng gw)
sudah?
ya. gw udah dapet jawaban. gw puas.
dan di cawu 3 gw dapet rangking 2.
biasa aja.
dan hidup kembali seperti semula.

apa yang dapat gw tarik dari sepenggal kisah hidup gw tersebut?
jadilah dirimu sendiri.
kepuasan hanya akan datang saat lo jadi diri lo sendiri.
tapi bukan berarti lo hanya hidup menuruti cara lo sendiri.
lo juga harus ndengerin orang lain, buat bahan pertimbangan.
tapi keputusan tetap sama lo.
kebebasan lo gak ditentuin oleh orang lain.
kebebasan lo cuma lo sendiri yang nentuin ( tentunya lo gak ngelupain kekuasaan Tuhan !!!)

dan juga,
cobalah keluar dari sisi nyamanmu untuk merasakan kenikmatan baru di luar sana yang mungkin kelihatannya menyakitkan, padahal sangat menggiurkan.
cobalah, coba.

gw gak berusaha menggurui.
cuma membagi pengalaman.
bahkan kini gw juga kembali mencoba untuk membuat keputusan sendiri, tanpa pengaruh orang lain.
sedang gw coba saat gw ngisi form penempatan gw.
dan udah gw lakuin. tinggal nunggu hasilnya.

thanks udah ngebaca blog ini.
see you next post !!
———————————————————————————————————————-
tau gak akibat keputusan gw itu?
gw jadi nggak nganggep prestasi sebagai hal nomor satu
sejak kelas satu SMA sampe tamat STAN, gw gak pernah lagi ngerasain tempat terhormat itu.
bahkan dapet nilai bagus pun adalah hal yang langka.
gw inget dapet nilai 10 selama SMA cuma sekali.
bahkan NEM SMA gw pun menyedihkan.
untung STAN masih mau nerima. he..he..he
di STAN pun gw termasuk kelompok menengah ke bawah.
gw malu sama My Pooney karena dia lulus dengan peringkat 25 dari 445 mahasiswa pajak sedangkan gw 236 dari 445 mahasiswa pajak.
karma?
gak juga.
gw gak menyesalinya.
gw yakin gw harus ngerasain berada tidak di kalangan atas.
ntar kalo gw sukses, gw akan inget kalo gw pernah susah.
bagus, kan?

so, lets dream and make it real
My Pooney, tunggu aku di jakarta !
———————————————————————————————————————-
RIDENDO DICERE VERUM
SAMBIL TERTAWA BICARA TENTANG KEBENARAN
–halaman depan komik Sawungkampret
———————————————————————————————————————-

dialog sekilas dengan Bung Didi

Wednesday, September 21st, 2005

ketika seorang teman gw tanya,
apa sih yang lo cari?
ciuman-ciuman hangat penuh nafsu?
berjalan bergandengan tangan di muka dunia seolah dunia hanya milik kalian?
pelukan penuh gairah?
puja-puji dari banyak orang?
kepuasan diri yang berlebihan?
bukan,bung… bukan itu, jawabnya sambil geleng-geleng kepala dengan arogannya.
dari semua hal yang lo sebutin tadi, kalo gw mau, semua bisa gw beli. semua itu gak ada artinya.
oya? tanyaku kemudian, lalu apa?
gw mencari penghargaan.
gw rela jatuh bangun cuma demi dapat sebuah penghargaan kecil.
sekedar ucapan terima kasih sudah sangat berarti bagi gw.
asal satu, gw dihargai.
gw gak butuh semua yang lo sebutin itu.
asalkan orang mengakui bahwa gw berharga, itu sudah lebih dari cukup.
gw mau usaha gw dihargai.
bukan, bukan dengan uang, bukan dengan pujian
cukup sebuah penghargaan tulus dan pengakuan
itu aja.
dan kemudian temen gw berlalu pergi.
sambil berlalu dia berseru
asal lo tau, gw, lo, atau siapa saja, gak akan bisa membeli sebuah penghargaan tulus.
berapa pun lo mau bayar.
dan gw pun ikut berlalu.

menuju 21

Monday, September 19th, 2005

besok gw 21
siap-siap menghitung mundur menuju 20092009
lo yakin bung?
i dont know
gw tahu itu impian
mungkin terlalu muluk-muluk
tapi lebih baik bermimpi besar tapi dapet kenyataan kecil
daripada gak pernah mimpi sama sekali tapi maunya jadi kenyataan besar
tapi lo tau kan prinsip gw?
lebih baik bermimpi besar tapi jadi kenyataan besar juga
he…he…he
gw butuh dukungan kalian, teman
minimal jangan bunuh impian gw
biarkan gw berusaha menggapai impian gw
seandainya kalian gak mendukung pun, please
miniumal jangan bunuh impian dan harapan gw
karena gw menghargai kalian
kalo kalian bunuh impian gw
gw gak akan pernah bisa tunjukin pada kalian bahwa semua itu mungkin terjadi asal kita berani untuk memulainya denga memiliki impian

kini, menuju 21…..
sebuah impian akan diwujudkan
setelah menghabiskan banyak waktu untuk bermimpi, ini saatnya mewujudkan..
gw akan berusaha
soal hasilnya, itu urusan Sang Maha Pemberi
doakan agar gw tetap teguh pada impian gw
gw akan mulai menghitung mundur
dan
gw mohon dukungan kalian

——————————————————————————————————————–
FUCKINDAMNEDBITCH CO
"kami mengejek siapa saja"
——————————————————————————————————————–

astuti (asal tulis tapi berarti)—norak!!!

Sunday, September 18th, 2005

oya, besok gw mo wisuda nih.

…………. gak usah repot ngasih selamat karena gw tau kalian semua care sama gw (he..he..he..Ngarep !!!!!!!!!!!!!!!)

gw orangnya suka ngepas-ngepasin momen, so,sehari setelah wisuda gw jadi seorang 21ners.
……oh,gak perlu tepuk tangan.

gw cuma pengen bilang ke lo bahwa gw akan kembali. gw gak akan ngelepasin lo kecuali gw nyerah.
gw mo tunjukin ke lo bahwa gw bener-bener serius sama kata-kata gw. gw mo tunjukin bahwa gw memilih lo bukan cuma untuk main-main, gw memilih lo karena gw percaya bahwa lo bisa melengkapi kepingan-kepingan hilang dalam kepribadian gw karena dalam banyak hal lo senada sama gw.
gw gak tau apa yang ada di kepala lo dan pemikiran lo, gw cuma berusaha untuk mencoba.
lebih baik gw hancur karena gw mencoba dari pada gw utuh tapi hanya diam.
gw suka sama kata kata anonim :
kalo lo mencoba, peluang lo 50% dapet dan 50% gak dapet
kalo lo gak mencoba, peluang lo 100% gak dapet
satu lagi :
kalo lo mencoba lo pasti dikritik, kalo lo nggak mencoba lo juga akan dikritik. apapun pilihan lo, lo pasti akan dikritik. so, face it up!!
—————————————————————————————————————-
adegan ciuman ter-hot dalam film, menurut gw adalah adegan ciuman wil smith dalam film HITCH

—————————————————————————————————————-
oi, ada yang tau gak,blog gw kali ini intinya apa?
gak perlu bingung, cukup gw aja yang bingung.
blog kali ini cukup sampe disini.

it was began about three years ago

Friday, September 16th, 2005

hari-hari ini ketika gw melewati sebuah jalan di daerah XM ingatan gw kembali kepada memori yang dimulai di jalan itu dan tengah berlanjut. memori yang menjadi salah satu dari memori-memori yang terekam sejak gw mulai menginjakkan kaki di bumi JMT ter…. ini.

padahal gw hampir tiap hari lewat di jalan itu. bahkan bisa berkali-kali dalam satu hari. dan padahal gw tinggal di daerah yang jauh dari jalan itu berada. dan kemudian setelah tiga tahun, tiba-tiba memori itu muncul kembali. Sebuah Awal, begitu kalo gw harus ngasih judul.

pada hari itu, pada suatu saat yang gw lupa tanggalnya. mungkin sekitar akhir agustus atau awal september. yang jelas saat itu sore hari, saat gw tengah mengeksplorasi kawasan XM untuk mencari jalan-jalan tikus. (yeah, hobi gw nyari jalan alternatif. biar gak capek kalo jalan-jalan).
hingga gw melintas di jalan itu. sebuah jalan di depan tempat tinggal sobat gw. dan memori itu dibentuk.

dari tikungan muncul dua sosok berjenis kelamin wanita. salah satu tampak seperti seorang wanita dewasa setengah baya. yang langsung gw simpulkan adalah ia seorang Ibu. dan sayangnya informasi yang gw indera saat itu ternyata tidak berhasil gw serap dan tidak tersimpan dalam memori otak gw yang cuma sesendok ini.

11091012931000stapi inti di memori ini adalah sosok yang satu lagi. sekilas gw berpikir dia juga sama seperti sosok pertama tadi.penampilannya adalah salah satu penampilan terunik yang pernah gw  lihat :
wajahnya kayak velma (itu, yang di film scooby doo), persis.lengkap dengan kacamatanya. pake kemeja cewek (kalo gak salah namanya blus,ya?)kotak-kotak warna coklat lengan panjang yang dilipat sampe siku, pake celana panjang coklat senada dengan blus. celana panjangnya kuncup di bawahnya. pokok nya penampilannya kontras sama penampilan kebanyakan cewek-cewek sekarang. kata-kata yang gw munculkan dalam hati gw saat ngeliat dia adalah "cewek aneh! jadul banget, sich!" dan ketika kami berpapasan,memori itu terpotong dan berlanjut ke saat berikutnya.

di saat berikutnya, dan juga gw lupa tanggal persisnya,juga pada sore hari. gw lewat di jalan yang sama untuk keperluan yang sama. dan kali ini si cewek aneh itu kembali muncul didepan gw. kali ini dari sebuah pintu. oh, ternyata dia tinggal di sebuah rumah kost di tepi jalan itu. sebuah tempat paling startegis di daerah itu karena jadi tempat kumpul-kumpul berbagai komunitas yang ada di kampus JMT ini ( tau kan? WS)

dan ketika gw kembali melihat dia, dalam hati gw berseru, " hei, cewek ini lagi. ternyata dia tinggal disini !" gw saat itu gak tau apa perlunya gw tau tempat tinggalnya. dan gw pun meneruskan perjalanan. hingga sebentar kemudian gw kembali dan kembali melintasi jalan itu kembali, gw ketemu lagi sama cewek aneh itu. kali ini dia lagi belanja di warung depan kost-annya. dan kemudian memori itu terputus. tak ada lagi informasi baru dan peristiwa-peristiwa itu terlupakan.

dan kemudian gw menjalani tahun pertama kuliah gw.

pada pertengahan tahun, gw gabung sama sebuah kepanitiaan. pada saat diadakan rapat perdana kepanitiaan, memori gw berlanjut. yupp!!! gw ketemu lagi sama si cewek aneh itu. dan kali ini gw bisa tau namanya. dan sebuah kesan yang timbul dalam diri gw adalah HIJAU. gw gak tau apakah dia suka warna hijau, tapi saat itu gw feeling green aja.
dia pake (lagi-lagi) blus lengan panjang warna hijau gelap, masih dengan ‘velma look like’-nya, celana panjang hitam, dan…backpack hijau yang masih dipake sampe sekarang. saat itulah gw mulai merasa ada sesuatu di kepala gw. tapi gw gak tau apa bentuknya. gw cuma merasa bahwa ada apa-apanya sama cewek ini.

dan kemudian, memori itu terputus kembali. dan gw gak pernah mikirin cewek itu lagi.

hingga tahun kedua kuliah…
ternyata eh ternyata, gw satu kelas sama cewek aneh itu. bahkan hingga saat itu gw tetep gak ngeh sama cewek aneh itu. hingga sebuah momen membalikkan arah putaran stir gw dan…..voila !!!

kisah selanjutnya gak akan gw beberkan disini. mungkin dalam post yang entah kapan sekian.
gw bikin post ini buat reminder diri gw. gw gak pengen memori ini hilang begitu saja karena memang ingatan gw payah. yah…kayak Dumbledore yang menyimpan memorinya dalam Pensieve.
memori ini akan punya peran besar dalam perjalanan hidup gw selanjutnya.

ok, see you next post.
——————————————————————————————————————–

gw pengen punya kaos garis-garis horizontal lengan panjang. garis-garisnya gede-gede dan kaosnya sendiri berkesan vintage. ada yang mau……beliin? he..he…he

(untitled)

Monday, September 12th, 2005

EVERY BODY GOT SOMETHING TO HIDE EXCEPT ME AND MY MONKEY !!!!

yahoo (yahu atau yaho?)

Wednesday, September 7th, 2005

salah ngeja kayaknya hal yang udah wajar di kalangan masyarakat kita. umumnya kesalahan eja terjadi pada penyebutan istilah atau nama-nama yang berasal dari bahasa asing, entah itu inggris,italia, jerman, bahkan bahasa timbuktu (timbuktu dimana sih? yang gw inget di komik donal bebek, timbuktu sering muncul)

sebuah contoh, saat ini persis di sebelah gw ada seorang pengguna jasa warnet yang ngucapin istilah yang bikin kuping gw usil.
dia bilang "yahoo messenger" dengan lafal "yaho mesengger" padahal lafal yang umum dipake adalah "yahu mesengger"

gw gak mencoba mengkritisi karena gw sadar bahwa bahasa enggres gw juga gak becus (ngomong Indonesische aja kagak jelas, ya nggak mas pay?) gw cuma ngerasa asik aja ngedengernya kalo ada orang yang suka salah ngelafalin istilah-istilah kayak gitu.

gw gak menyalahkan mereka, karena itu urusan mereka. kalo mereka ngerti ya nggak masalah. lagian kalo mereka ngasih alasan " kan tulisannya pake o, bukan pake u." ya…bener juga sih.

gw nganggap kesalahan (apa bener kalo itu salah? apa salah kalo itu bener?) pengucapan kayak gitu sebagai alat untuk melatih daya kritik gw aja. gw jadi lebih peka kalo ada hal-hal aneh yang terjadi di sekitar gw. walopun mungkin masih ada yang suka nggak ketangkep sama indra perasa gw (misalnya kalo ada orang bilang gw orang aneh, gw suka gak ngeh. apa iya? bukannya dia yang aneh, karena bilangin gw orang aneh. sesama orang aneh dilarang saling menganeh-anehkan. Aneh…!!!)

so…apakah kesalahan pengucapan tersebut penting untuk dikritik?
tau..ah.
gw pribadi juga suka salah salah ngucap.
yang jelas..kalo menurut anda itu perlu dikritik,silakan dikritik. tapi setelah dikritik,kasih tau lafal yang bener. yah..itung-itung kayak JS BADUDU lah ( hayooo….masih ada yang inget siapa dia?)
kalo anda menganggap gak perlu dikritik,ya udah.
atau anda gak peduli apakah itu perlu dikritik atau gak?
atau malah gak tau?

berbagi pemikiran

Tuesday, September 6th, 2005

tadi, saat gw naek bis kota, naek seorang pengamen yang mendendangkan sebuah lagu yang kurang lebih menyatakan bahwa kalo kita suka ngasih sedekah maka hidup kita nggak akan susah karena nggak ada orang yang miskin cuma karena ngasih sedekah.
gw berterimakasih sama dia yang udah capek-capek nyindir gw hingga akhirnya gw ngeluarin recehan yang kebetulan lebih (nggak enak kalo dibilang recehan sisa)
tapi sejenak gw berpikir, kalo ternyata kita suka bersedekah, apa benar kita nggak bakal hidup susah? kalo emang bener, kenapa masih banyak orang yang hidup susah bahkan malah sengsara? apa karena ‘orang susah’ (istilah ini populer dikalangan pemuda-pemudi pajak jurtim)  tersebut nggak pernah (atau nggak mau) ngasih sedekah?bukannya ngasih sedekah, mereka malah jadi orang yang dikasih sedekah.
gw bukannya merendahkan orang-orang susah.bahkan gw punya keinginan buat bisa ngebantu sodara-sodara kita yang membutuhkan. gw cuma mikrin kata-kata si pengamen aja.
atau kata-kata si pengamen gak perlu gw pikirin?