Archive for November, 2005

takdir dalam perspektif gw

Friday, November 25th, 2005

ADVANCE WARNING :
post ini adalah murni pendapat pribadi. bukannya untuk mendoktrin, mengajarkan, atau memaksakan kehendak.

————————————————————————————————————————–

bagaimana cara kerja takdir?
gw gak pernah mikirin sebelumnya.
yang gw tau, tiap manusia sejak ruhnya diciptakan sudah ditetapkan atasnya rejeki, jodoh,nasib dan mautnya.
sehingga ketika ia dilahirkan ke dunia ia tinggal menjalani apa yang telah ditetapkan atasnya.
apa yang menimpa manusia, itu adalah takdir yang harus dijalaninya dan ia tidak punya kuasa untuk mengubahnya.

sampai kemudian gw dapet pemahaman bahwa hidup adalah pilihan-pilihan.
bahwa manusia selalu dihadapkan kepada banyak pilihan dalam tiap tahap hidupnya. sepanjang hidupnya malah.
dan kemudian ada ayat Alquran (atau hadits??) yang isinya kurang lebih mengatakan bahwa Allah gak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri.

sampai disana gw agak berfikir, dan berkesimpulan bahwa menurut gw sebenarnya manusia tidak hidup hanya dengan satu takdir.
maksud gw gini, mungkin diantara kita pernah baca buku Goosebump? itu tuh, yang tentang cerita horor remaja. ada beberapa seri bukunya yang dikasih titel ‘tentukan sendiri ceritamu’.
caranya pembaca disuguhkan sebuah cerita dimana pada suatu bagian ada beberapa situasi dimana tokoh dalam cerita menghadapi dua atau lebih kendala dan kita dipersilahkan untuk membantu si tokoh utama tersebut untuk menentukan jawabannya.
misalnya ketika si tokoh utama tengah dikejar-kejar monster, ia kemudian menghadapi jalan bercabang. kita diminta untuk memilih jalan yang harus dilalui oleh si tokoh utama tersebut.
klo kita milih jalan kanan, teruskan membaca ke halaman 78 dn kalo kita milih jalan kiri teruskan membaca ke halaman 35. dan setiap pilihan punya jalan cerita sendiri.

begitulah gw memandang bagaimana takdir bekerja.

menurut gw, ketika diciptakan manusia telah diberi beberapa skenario untuk hidupnya.
dan ketika diturunkan ke bumi, ia harus memilih skenario untuk dia jalani. setiap pilihan yang dia buat akan membawa dirinya masuk ke dalam salah satu skenario hidupnya. ketika dia telah menentukan pilihan akan ada pilihan-pilihan lain yang muncul. begitu terus menerus hingga ia sampai pada pilihan terakhirnya.

gw percaya bahwa setiap orang tidak harus pasrah pada takdirnya.
gw gak yakin ada orang yang ditakdirkan untuk jadi penjahat.
gw percaya itu adalah hasil dari pilihan hidupnya.
kalo memang ada orang yang ditakdirkan untuk jadi penjahat,  kesian banget hidupnya.
bukankah kejam kalo sejak lahir dia ditakdirkan hidup cuma buat berbuat kejahatan.
tidak, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya kecuali hambanya memang ingin disengsarakan. (itu pilihan dia)
gw percaya bahwa kita bisa berusaha menentukan takdir kita sendiri (ingat, cuma berusaha. hasil akhir tetap pada Allah)
itu lebih baik daripada hanya duduk dan berkata "yah…memang sudah takdir gw begini" kemudian menyerah dan mengutuki takdir "hidup memang tidak adil !!!"

pengetahuan gw tentang hidup memang gak banyak, karena gw belum lama hidup.
gw juga gak berusaha menebak Rahasia Allah.
gw gak bermaksud sok tahu soal takdir
gw cuma percaya bahwa hidup gw bukan hidup yang lurus, melainkan hidup yang penuh pilihan.
gw gak cuma ngejalani hidup, tapi gw juga bisa memberinya warna dan menjalaninya dengan cara gw sendiri.
yeah…coz i life with my own way
———————————————————————————————————————–
destiny……

benar vs benar

Wednesday, November 23rd, 2005

1+1 = 2
itu yang kita pelajari waktu kecil dulu.
apa yang terjadi kalo kita bilang 1+1=3 ? lo akan dibilang ’salah’
itulah dunia eksak.
juga kalo kita ngejawab masalah pelajaran fisika, kimia, bahkan biologi.
di sekolah kita diajarkan untuk melihat satu macam dunia. dunia benar salah, dunia hitam putih.
sedikit sekali diajarkan bahwa ada dunia lain yang tidak hanya benar-salah atau hitam-putih, tapi sedikit benar, sedikit salah, atau abu-abu tua, putih kehitaman, bahkan berwarna.

di dunia luar sekolah, terkadang apa yang kita anggap benar adalah salah bagi orang lain, dam apa yang kita anggap salah adalah benar bagi orang lain.
dan masing-masing punya argumentasi sendiri.

bagaimana kita melihat perstiwa bom bunuh diri?
kebanyakan dari kita melihat perbuatan mereka adalah perbuatan yang ’salah’
tapi menurut mereka, mereka melakukan hal yang ‘benar’.
kita punya alasan mengatakan tindakan mereka ’salah’ dan mereka juga punya alasan mengatakan mereka ‘benar’

see, kita gak bisa memvonis apakah seseorang benar atau salah.
yang ada hanyalah seseorang itu berbeda pandangan dengan kita.
siapa tau apa yang dianggap benar tarnyata beberapa waktu kemudian menjadi salah, dan sebaliknya.
atau mungkin orang tersebut salah karena ia memang hanya tahu tentang hal itu saja sehingga dia menyangka apa yang diketahuinya adalah hal yang paling benar? mungkin juga.

yang jelas, di kehidupan kita ada banyak kebenaran, tergantung dari sisi mana kebenaran itu dilihat. disatu sisi sebuah pendapat adalah benar dimana disisi yang lain pendapat tersebut dianggap salah. bahkan kebenaran yang dilihat dari suatu sisi pun terkadang berbeda penafsiran, tergantung mata,hati,dan ilmu orang yang melihatnya.

gw ngomongin apa sih?
sorry, kalo gak penting.
———————————————————————————————————————–
Kebenaran Bukanlah Kebetulan