Archive for December, 2005

salah siapa, coba?

Sunday, December 25th, 2005

seorang wanita yang duduk di dalam sebuah angkot tampak gelisah. Ia sibuk merapikan roknya yang sejengkal di atas lutut.
seorang bapak yang duduk dihadapannya berkata sambil tersenyum, "roknya dilepas aja, Mbak. biar gak repot"
si Mbak kontan mendelik.
ia langsung minta turun dan pindah ke angkot lain.
"laki-laki mata keranjang!!" umpatnya.

seorang mahasiswi tengah asyik menonton pertandingan Basket di gelanggang kampusnya.
di duduk di tribun yang bertingkat-tingkat.
karena merasa diamati dia menengok keatas dan memergoki seorang pemuda sedang melihat kebagian pinggang belakangnya yang terbuka. entah karena T-shirtnya terlalu kecil atau pinggang celana jinsnya yang terlalu rendah.
"heh !!! kurang ajar banget sih lo?!" makinya

seorang artis cewek yang lagi populer diwawancarai oleh sebuah infotainment
"bagaimana anda menanggapi opini masyarakat bahwa anda berpakaian terlalu ‘berani’ ?"
si artis menjawab "gak masalah. berpakaian seksi khan hak aku pribadi. hak asasi. biarin aja orang lain sirik. sirik tanda tak mampu"
"tanggapan anda tentang pelecehan seksual yang dialami para wanita yang berpenampilan berani?" tanya si wartawan lagi
"salahin tuh laki-laki. hukum aja para pelaku seberat-beratnya. enak aja. emang perempuan itu cuma objek seksual doang? kaum perempuan juga berhak mengekspresikan diri, termasuk berpenampilan. mestinya kaum laki-laki harus menghormati perempuan. buat apa Kartini mencetuskan emansipasi? buat para hidung belang, coba dong nafsunya ditahan !!" tanggap si artis.

"anda tahu kan kesalahan anda ?" tanya sersan Abdul kepada Marudun (memang nama sebenarnya)
"iya pak. tapi sumpah, saya khilaf. saya gak tau kenapa saya ngelakuin hal itu. saya menyesal pak" jawab Marudun
"enak aja bilang menyesal. kamu sudah merusak masa depan korban. TAU NGGAK !!" bentak sersan Abdul.
"iya pak. ampun, pak, ampun. tapi bener pak saya khilaf. habis dia pake kemeja ketat banget, pak. mana roknya mini. saya jadi gelap mata. tapi ampun, pak. saya bener-bener khilaf. saya bener-bener nyesel" jawab Marudun ketakutan melihat sersan Abdul melotot kepadanya sambil menarik-narik kumisnya. (kumis si sersan maksudnya)

Kemanakah Tuhan ? !!

Wednesday, December 14th, 2005

"…Waktu aku seumurmu Pi, aku terbaring sakit di ranjang, terkena polio. Setiap hari aku bertanya-tanya sendiri, ‘Dimana Tuhan? Dimana Tuhan? Dimana Tuhan?‘ Tapi Tuhan tak kunjung datang. Bukan Tuhan yang menyelamatkanku melainkan obat. Aku cuma percaya pada akal dan akalku mengatakan kita harus mati. Seperti jam yang berhenti berdetak. Akhirnya saatnya telah tiba…"

Mr. Satish Kumar yang komunis—Life of Pi
————————————————————————————————————————–

pada suatu ketika, sebuah desa di suatu lembah tengah dilanda hujan deras yang berkepanjangan. sudah seminggu ini hujan turun tanpa henti. sebagian desa sudah mulai tergenang. para penduduk memutuskan untuk menyelamatkan diri ke luar desa atau ke gunung-gunung. makin hari makin banyak penduduk yang meninggalkan desa itu. Namun ada seorang yang tetap bertahan di desa itu. namanya Budi. Dia adalah seorang alim yang cukup disegani dan dia percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkannya bila ia memohon/berdoa.
ketika air sudah setinggi lutut, para penduduk yang mengungsi mengajaknya pergi. Budi berkata "silakan pergi bagi kalian yang ingin pergi, tapi bagi yang percaya bahwa Tuhan akan menolong kita, tinggallah bersama saya"
mereka kemudian pergi, sedangkan sebagian lagi tetap tinggal bersamanya. mereka terus berdoa agar Tuhan menyelamatkan mereka.

kemudian air telah mencapai setinggi pinggang, sebagian orang orang yang tersisa bersamanya mengajak dia untuk mengungsi. Budi berkata "silakan pergi bagi kalian yang ingin pergi, tapi bagi
yang percaya bahwa Tuhan akan menolong kita, tinggallah bersama saya"
mereka kemudian pergi, sedangkan sebagian lagi tetap tinggal bersamanya. mereka terus melanjutkan berdoa agar Tuhan menyelamatkan mereka.

air terus menerus meninggi dan telah melebihi tinggi badan mereka, orang-orang yang tersisa memutuskan untuk pergi. tetapi Budi berkata "silakan pergi dan tinggalkan aku. aku tetap percaya bahwa Tuhan akan datang menolong hambaNya yang memohon padanya"
akhirnya penduduk yang tersisa meninggalkan Budi yang sekarang naik ke atap dan melanjutkan berdoa.

tak lama kemudian orang-orang tadi kembali sambil naik sampan untuk mengajaknya pergi dari desa yang kini telah menjadi danau itu. Tetapi lagi-lagi Budi menolaknya.
"tidak, aku percaya Tuhan akan menolongku. kalian adalah orang-orang yang mudah menyerah. kembalilah kalian ke tempat kalian. biarkan Tuhan yang menolongku" para penduduk tadi kemudian menyerah dan meninggalkan Budi sendirian, terus berdoa dan berdoa.

Hingga akhirnya rumah itu pun tenggelam. Budi berusaha berenang agar tidak tenggelam sambil terus berdoa. tak lama dari jauh terlihat sebuah helikopter SAR yang datang untuk menyelamatkannya. rupanya penduduk desa memberitahukan bahwa di dsa itu masih ada orang yang belum mengungsi.
setelah lama berdebat akhirnya tim SAR juga menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan Budi yang masih tetap pada pendiriannya.

akhirnya Budi tenggelam
———————————————————————————————————————–
anda lihat?
dua kisah diatas adalah mengenai kepercayaan pada Tuhan.
teserah anda untuk menilainya.
Tuhan menolong hambaNya dengan perantaraan makhlukNya.
atau anda telah memiliki kualitas setara para Nabi dan Rasul yang akan ditolong secara langsung oleh Tuhan?
———————————————————————————————————————–
dalam kematiannya, Ruh Budi dibawa oleh malaikat ke alam kubur.
Budi kemudian berkata "kenapa? kenapa Tuhan tidak menyelamatkanku? padahal aku telah memohon padanya? kemana Tuhan? padahal aku adalah hambaNya yang telah berusaha menaati segala perintahNya dan menjauhi laranganNya? kenapa? kenapa aku dibiarkanNya mati? kenapa?"

malaikat yang membawanya berkata "wahai manusia, yang kamu tahu hanya memohon saja. tidak berusaha.
Tahukah kamu bahwa Tuhanmu telah mengirimkan pertolongannya padamu?
Ia telah mengirimkan penduduk desa untuk mengajakmu mengungsi, kemudian ia mengirimkan perahu untuk menolongmu, lalu ia mengirimkan tim SAR untuk menyelamatkanmu? tapi apakah kamu bersyukur? tidak. justru kamu lah yang tidak percaya pada pertolongan Tuhan."

Lennon/McCartney/Harrison/Starr

Monday, December 12th, 2005

beberapa hari terakhir ini gw lagi sering-seringnya nempelin kuping ke earphone walkman tersayang.
lagunya : THE BEATLES

Rubber
————————————————————————————————————————–
sebenernya gw udah lama punya kaset2 grup ini. walaupun belum lengkap banget.
tapi beberapa hari ini gw jadi makin menyimak bagaimana musik mereka sesungguhnya.
gila banget.
———————
gw memang tergolong awam dalam masalah musik.
tapi gw bisa bilang kalo gw adalah penikmat musik. apapun jenis musiknya, yang penting enak di kuping. mo rock, pop, bahkan dangdut sampai gambus. yang penting sensasinya
———————-
kembali ke Beatles,  gw bisa ngerasain kenapa banyak orang masih menyukai mereka sampai sekarang. bahkan mereka yang lahir jauh setelah mereka bubar.
sensasi yang gw rasain saat ngedenger lagu-lagu mereka membuat gw ngerasa akrab dengan mereka.
semalam, secara gak sengaja gw dengerin di sebuah stasiun radio acara yang khusus muterin lagu-lagu mereka.
apalagi ngedengerinnya dalam suasana yang gw suka, dalam kegelapan.

anjriiit!!! kok tiba-tiba gw ngerasa kayak orang dari masa lalu, ya?
maksudnya, gw rasanya pernah hidup sezaman dengan mereka, lalu setelah lama gak ketemu, tiba-tiba gw denger mereka nyanyi.
padahal gw sama sekali belum pernah ngeliat mereka live, tapi gw ngerasain semacam kerinduan, kerinduan kepada seorang teman yang udah lama gak gw ketahui nasibnya.
——————————————————————————————————————–
album-album yang lagi seneng-senengnya gw dengerin, bahkan sampe diulang-ulang dan gak bosen-bosennya adalah Rubber Soul, Revolver, dan…. Sargeant Pepper Lonely Heart Club Band.
tiga album itu selalu gw ulang ulang.
dan dahsyat banget dengernya.
anjriit!!!

mendengarkan Rubber Soul, menguatkan pemikiran gw bahwa inilah The Beatles yang seharusnya. Musiknya retro banget. tapi aransemennya maut.
lagu yang paling menonjol adalah Norwegian Wood,  Nowhere Man, dan  In My Life.
mengingatkan gw akan dandanan Hippies, gypsi, bohemian, Vespa, VW kodok, VW kombi dan celana cutbray !

beralih ke Revolver, gw ngerasain perubahan drastis musik-musik mereka.
tiba-tiba musik mereka jadi serius. tapi gak lama. cuma side A doank. side Bnya cukup asik kok.
yang gw suka ada lagu judulnya Taxman. apalagi kalo bukan nyeritain tentang pajak.
lagu-lagu yang menonjol disini adalah And Your Bird Can Sing, Yellow Submarine, dan Get You Into My Life.

dan berikutnya Album yang katanya terbaik abad ini, Sgt Peppers…!
gw gak tau kenapa album ini disebut begitu, tapi gw setuju bahwa mungkin inilah album paling keren dari beberapa album yang gw punya.
lagu-lagunya nyeleneh semua.
gak jelas apa jenisnya. rock n roll bukan, pop juga kayaknya bukan.
mereka bereksperimen abis.
pokoknya gw cuma bisa bilang "anjriit!!!"
———————————————————————————————————————
gw bukan pengamat musik,  gw cuma orang awam yang terpesona sama empat orang gila itu.
lagu favorit ? The Long And Winding Road

komunikasi lisan versus tulisan (permohonan maaf buat seorang teman)

Thursday, December 8th, 2005

gw baru menyadari (selama ini sih udah tau, cuma baru nyadar sekarang) bahwa ada keterbatasan dalam suatu bentuk komunikasi.
terkadang kata-kata hanya manjur kalo diucapkan bukan dituliskan dan sebaliknya.

beberapa hari yang lalu gw e- mailan sama seorang teman.
setelah berbalasan, sebagai email penutup gw nulis kata-kata "anjriit’ ke dia.
maksud gw adalah menyatakan kekaguman gw karena hal-hal yang telah dilakukannya, pertanda salut buat dia.
ternyata ungkapan gw tadi telah salah dipahami sama yang bersangkutan.
mungkin ybs menyangka gw mencela. padahal gw maksudnya menyatakan dengan ekspresif.
yah, salah gw juga sih kenapa mesti pake diksi itu. soalnya gw ngira ybs udah familiar dengan ungkapan kayak gitu. juga karena gw udah kebiasaan make ungkapan itu buat menyatakan ekspresi.
misalnya "anjriit, keren banget golnya !!!"
atau, "anjriit, cakep banget tuh cewek !!!"
atau, "anjriit, itu kan CD Anthology !! lo dapet dimana? gw udah keliling toko-toko kaset tapi udah gak ada lagi !!!"
dan sebagainya.
sama sekali tidak bermaksud mencela.
mungkin karena kebiasaan orang sanguin yang seringkali ekspresif, sehingga gw terlihat meledak-ledak?
ya..setidaknya gw dapet pengalaman lagi nih tentang hubungan antarmanusia.
kepada yang bersangkutan, lagi-lagi gw mohon maaf.
———————————————————————————————————————–

sepakbola

Saturday, December 3rd, 2005

kemarin gw jadi salah satu saksi terulangnya ketidakmampuan tim nasional Indonesia menaklukkan tim nasional Thailand. sepertinya sudah tradisi deh.

yang gw gw heran kok kita kalah mulu dari thailand !!
padahal gw liat di pertandingan2 sebelumnya permainan indonesia udah bagus dan menarik, tapi ketika berhadapan dengan thailand kok semua itu jadi hilang??

kayaknya para pemain kurang mentalnya nih.
dari segi skill, sebanding. bahkan pelatihnya kemarin pernah menukangi thailand.
gw gak nyalahin siapa-siapa. para pemain udah ngasih yang maksimal. begitu juga pelatih. gw yakin itu usaha terbaik mereka.
ya…mentalnya kurang tuh.
mestinya dikasih menu latihan mental juga tuh.
———————————————————————————————————————————
dulu gw pernah punya keinginan jadi pemain tim nasional Indonesia.
gw pengen ngerasain berbaris sebelum pertandingan sambil mendekapkan tangan di dada, pada lambang garuda pancasila sambil menyanyikan Indonesia Raya. kayaknya khidmat banget.
kemudian bertanding melawan tim negara lain dihadapan puluhan bahkan ratusan ribu pasang mata.
gw pengen jatuh-bangun berjibaku memberikan prestasi dan kebanggaan untuk negara lewat sepakbola….
tapi itu dulu…..