Archive for January, 2006

Chibi Maruko-Chan

Saturday, January 21st, 2006

Marukochanmungkin anda tau tokoh kartun yang ada di sebelah ini?
mungkin ada yang tau mungkin juga tidak.
tokoh ini adalah karakter utama serial kartun Chibi Maruko-Chan.
udah lama gw suka nonton kartun ini, walaupun kadang gw kesiangan bangun dan terlewat. soalnya jam tayangnya minggu pukul 7 pagi. maklum aja kalo kadang-kadang kebanyakan masih ngulet di ranjang.
trus kenapa mo ngomongin Maruko? kenapa bukan Naruto yang lagi tren atau katakanlah favorit banyak orang Mas Bathosai Kenshin Himura?
ya, gw juga suka nonton dua kartun itu, tapi menyaksikan kisah-kisah Maruko seolah gw melihat sisi lain dari kehidupan masyarakat pada umumnya. walaupun latarnya masyarakat Jepang, tapi rasanya nilai-nilai yang terkandung begitu universal, berlaku juga untuk kita.

memang sih, kartun ini gak seseru SamuraiX, atau selucu Sinchan atawa SpongeBob. bahkan kalo bisa dibilang nih kartun cuma menggambarkan kepolosan anak-anak SD dalam kehidupan sehari-hari. Tapi justru itu, kita bisa melihat bahwa ternyata kepolosan dan keluguan anak-anak sering disepelekan oleh orang-orang yang mengaku lebih dewasa. orang-orang yang lebih dewasa mungkin menganggap apa yang mereka lakukan cuma hal sepele (tuh, kan?) tapi sebenarnya justru sangat manis.

seperti yang gw tonton pagi ini.
permasalahannya cuma keinginan membeli ubi bakar. simpel. sederhana.
ketika pulang sekolah, teman Maruko, Yamada membeli ubi bakar di tukang jualan keliling.
karena tidak punya  uang, maruko akhirnya tidak jadi membeli ubi bakar. sesampainya di rumah ia mengungkapkan keinginannya pada keluarganya. kakeknya yang  akrab dengan cucu tersayangnya itu akhirnya mengajak Maruko membeli  ubi bakar ketika ada penjual keliling yang lewat. karena penjual kelilingnya sudah keburu jauh, Maruko dan kakeknya berlarian berkeliling komplek perumahan untuk mengejar penjual ubi bakar.
ketika akhirnya si penjual terkejar, ternyata dompet kakek tertinggal dirumah. dengan sedih (pake background senja segala, kesannya putus asa banget) Maruko dan kakek akhirnya tidak jadi membeli ubi bakar.
mungkin kita yang melihat adegan ini akan berkomentar "halah…gitu aja didramatisir. apaan sih!!". justru itu.
kemudian ketika akhirnya Maruko diberi tahu oleh temannya bahwa ada penjual ubi bakar yang mangkal di suatu daerah pertokoan, Maruko dan teman-temannya menuju kesana. kali ini ia membawa uang. sesampainya disana ternyata itu adalah penjual ubi bakar yang kemarin. ketika Maruko ingin membeli ubi bakar, lagi-lagi sialnya, uangnya kurang.
akhirnya dengan sedih mereka mengurungkan niat.
si penjual merasa terharu, karena melihat Maruko sangat ingin membeli ubi bakar.
akhirnya ia membolehkan mereka membeli ubi bakar dengan uang yang mereka punya.
ya..mungkin gaya cerita gw kurang mengena kali,ya?
tapi kalo nonton filmnya, rasanya emosi jadi ikut larut dalam film.
rasanya hal-hal seperti itu udah mulai pudar. anak-anak sekarang kebanyakan udah dipaksakan untuk hidup dengan pikiran orang dewasa. cara berpikirnya maksud gw.
semoga masih banyak di luar sana anak-anak yang tumbuh secara alami tanpa tekanan orang-orang yang katanya "dewasa".

orang sinis cepet mati

Saturday, January 14th, 2006

"apakah rambut poni, teriakan yeah-yeah-yeah, nyanyi sambil berjingkrakan atau menularkan penyakit Beatlemania kepada anak muda, adalah jasa besar untuk Britania Raya?"
itu adalah ucapan salah seorang yang mengembalikan MBE ke istana ketika The Beatles dianugerahi MBE.
apakah ucapannya (kesinisannya) terbukti?
cerita selanjutnya adalah sejarah.

"mobil tidak akan bisa menggantikan peran kuda !"
itu adalah ucapan orang yang mengkritik mobil ciptaan henry Ford.
apakah kesinisannya terbukti?
cerita selanjutnya adalah sejarah

"semua benda langit mengelilingi bumi !"
itu adalah ucapan orang yang mengkritik terori heliosentris.
apakah kesinisannya terbukti?
cerita selanjutnya adalah sejarah
——————————————————————————————————————–
"saya tidak pernah melihat ada universitas atau monumen yang dibangun untuk mengenang orang-orang sinis"–Robert Kiyosaki

Punia

Friday, January 13th, 2006

ngomong-ngomong, apa sih arti dari kata ‘Punia’ ?
dulu gw kira itu gak ada artinya.
sampai suatu ketika gw iseng nulis ‘punia’ di google, eh ternyata banyak banget entry yang keluar.
antara lain berhubungan sama Lithuania dan kisah dongeng setempat.
yang gw dapet dari situs tentang ajaran hindu, www.baliaga.com, ternyata Punia adalah salah satu ajaran dalam agama Hindu.
dalam situs tersebut, arti Punia kurang lebih adalah : suatu sifat suka memberi pertolongan tanpa mengharapkan pamrih, tanpa menghjarapkan balasan.
dalam agama hindu juga ada yang namanya ‘Dana Punia’ yang kurang lebih adalah dana yang dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat yang akan digunakan bila ada warga yang kurang mampu membutuhkan bantuan.
dan tadi secara gak sengaja gw liat ternyata ada juga perusahaan yang pake istilah itu.
kalo gak salah PT Punia Nathania Sentosa, bergerak di bidang sekrup, mur dan baut.

haa…ternyata bukan sesuatu yang aneh. melainkan tidak biasa.
lo juga kan?

Severus Snape

Wednesday, January 11th, 2006

udah baca Harry Potter and The Half Blood Prince?
kalo belum baca sendiri deh…

kalo ada tokoh yang paling gw kagumi di buku itu, ya Severus Snape itu…

2006

Sunday, January 1st, 2006

post pertama di tahun 2006 :
ya ini

sms pertama di tahun 2006 :
081234277xx. baru nyampe jam tiga sore. kayak lebaran aja.

resolusi Januari 2006 :
ngilangin kata-kata "l know what l have to do but l do not do what l know" (come on! bergerak !!!)