gw punya prinsip, kalo gw nonton bioskop, filmnya harus bener-bener bagus, unik, dan beda.
kalo filmnya biasa aja gak ada uniknya, mending gw cari bajakannya atau gak nonton sama sekali. (tapi gimana tau filmnya bagus kalo belum ditonton? aneh!!)
beberapa hari yang lalu. gw dan temen2 yang magang di KPPPIT (301) lagi ditraktir makan- makan. (Ulang tahunnya Nies, ya?). gak ada rencana nonton sih. tapi setelah itu seorang teman yang saat ini berprofesi sebagai manajer sebuah klub sepakbola di divisi IV liga Indonesia menawarkan untuk nonton bioskop (gw sampe sekarang masih heran, padahal yang bener kan nonton film di bioskop?).
judul filmnya : Jomblo, Sebuah Komedi Cinta.
awalnya gw sih gak terlalu yakin sama nih film. maklum, di tengah euforia bangkitnya film nasional, banyak film nasional yang ternyata cuma ikut2an trend alias gak bermutu yang cuma jual bintang. tapi satu hal yang membuat gw tertarik adalah film ini diambil dari sebuah buku yang ditulis oleh Adhitya Mulya, orang yang sama yang menulis buku Gege Mengejar Cinta.
gw udah pernah ngeresensi buku ini di blog. bagi yang belum baca silakan cari di arsip2 lama blog gw.
sebenernya gw belum pernah baca bukunya, tapi berdasarkan apa yang gw baca di Gege, gw yakin pasti gaya ceritanya gak jauh beda. karena itu gw sambut ajakannya (temen gw tadi, bukan Adhitya Mulya)
akhirnya gw ikutan mereka nonton.
dan gw gak akan ceritain jalan cerita filmnya, karena selain panjang dan lama juga gw gak yakin kalian bakal terpesona kalo denger gw yang cerita. mending nonton sendiri aja lah.
singkat kata singkat cerita, aku dan dia jatuh cinta…(oops, kok malah nyanyi)
hal paling berkesan bagi gw (paling berkesan, karena setelah gw nonton film itu memang mengesankan. penuh filosofi, dan membuat gw terdiam sepanjang film. bukan, bukan karena gak ngerti, tapi karena maknanya dalem banget. tapi diantara hal-hal yang berkesan, harus ada yang paling mengesankan. setuju?) adalah ketika cewek pujaan Olip direbut(ditekong, kalo bahasa Rusianya) oleh Doni, sahabatnya sendiri. pedih, karena akhirnya dua sahabat itu harus pecah. apakah Doni salah? mungkin iya. tapi masalahnya ia telah menemukan hatinya disana. bukan untuk main-main. ia telah menemukan cintanya pada cewek itu. saking cintanya ia rela merusak persahabatanya sendiri.
lalu apakah olip yang salah? mungkin juga. bayangin, tiga tahun ia cuma bisa mengagumi si cewek dari jauh, tanpa pernah berani mengungkapkan. hingga akhirnya ketika keberanian itu muncul, semuanya telah terlambat. si cewek udah jadian sama Doni.
walaupun film ini tentang cowok, ditulis oleh cowok, dan mungkin cowok banget, tapi film ini tidak menunjukkan sisi kuat seorang cowok. malah lebih menunjukkan bahwa sebenarnya cowok itu punya kelemahan juga. sebenarnya bukan kelemahan, lebih tepatnya sisi lemah dalam kepribadiannya.
Bimo, yang selalu ditolak cewek dan larut dalam erotisme ganja
Doni, cowok yang selalu menolak cewek dan playboy
Olip, yang terpaku pada seorang cewek namun selalu mencari saat yang sempurna untuk memulai
Agus,yang terjebak dalam cinta segitiga dan intrik selingkuhan
ya, mungkin gak semua cowok begitu. tapi bagi gw itulah daya tarik film ini. mempertontonkan kejujuran. kejujuran bahwa kaum adam mungkin gak selalu sempurna, penakluk kaum hawa. bukan seperti sinetron-sinetron indonesia yang cuma mempertontonkan kesempurnaan tokohnya. Bitch!!!
yeah. sebuah film bagus lagi telah masuk dalam daftar gw. film terakhir yang masuk daftar gw adalah Janji Joni.
pada akhirnya gw baca bukunya.tapi gw rasa gak perlu diresensi disini. capek ngetiknya, bos!
============================================================
"jomblo itu hina, jenderal !!"-Jomblo, sebuah komedi cinta, versi buku > Adhitya Mulya
"jomblo gak dosa, man !!" oknum Ijo Lumut (ikatan jomblo lucu dan imut) pajak 2005 > Adhitya Husada