Archive for October, 2006

Konservatif Waiting The Adams

Monday, October 30th, 2006

sekarang-sekarang ini gw lagi getol2nya ngedengerin lagunya The Adams yang judulnya "Konservatif" sama "Waiting".
sebenernya gw udah lama suka lagu-lagu ini, sejak jaman kuliah dulu, cuma karena gw baru ngedapetin format MP3nya makanya gw jadi semangat lagi dengerin mereka.

Konservatif
menyimak lagu ini, gw jadi pengen Ngapel.
dan suasana yang terbangun dalam lagu ini adalah suasana ngapel jaman dulu. sekitar era 90an.
dimana ngapel masih duduk di teras rumah berdua di malam minggu dan ngobrol-ngobrol sampe ngalor ngidul.
ya..ngapelnya cuma di rumah aja. dan kerjaannya ya cuma ngobrol aja.
cowok dan cewek duduk di kursi terpisah, di halangi meja kecil yang diatasnya ada teko dan sepasang gelas beralaskan nampan.
sang cowok yang memulai pembicaraan dengan agak canggung sambil menatap sang cewek dengan penuh damba.
sedangkan sang cewek, menjawab sambil menunduk, tersipu malu dalam posisi duduk manis, namun sesekali membalas pandangan sang cowok dengan dihiasi senyum terindahnya.
dan ketika jam menunjukkan pukul sembilan malam, sang cowok mohon diri untuk pulang namun masih menyimpan rindu, berharap waktu berjalan lebih lambat
sedangkan sang cewek mengantar kepulangan sang cowok dari teras rumah dengan menyimpan ingin : malem minggu depan mampir lagi, ya……

konservatif?
bandingin aja sama cara ngapel kita (lebih tepatnya : anda) sekarang.

Waiting
Suatu saat gw pengen nyanyiin lagu ini buat dia…..
lagu ini jadi salah satu soundtracknya Janji Joni dan mengandung salah satu unsur yang gw sukai dari sebuah aransemen lagu : harmonisasi.
baik itu harmonisasi melodi gitar dan rythm, atau harmonisasi lead vocal dan backing koor-nya
juga sifatnya yang  rock-melankolis tapi tidak cengeng
juga syair yang sederhana namun maut dan dalem
nice.

====================================================================================
oh iya…..
walaupun mungkin telat, namun masih dalam suasana bulan Syawal
gw ngucapin mohon maaf lahir dan batin
gw mohon maaf kalo ketikan-ketikan di blog gw ini tidak berkenan di hati dan kepala pembaca
karena blog ini adalah bagian kecil dari kehidupan gw yang gw bagi secara gratis
juga kalo komentar-komentar gw serasa tidak pantas….ya maaf…..

Teman yang jauh

Monday, October 30th, 2006

semua orang yang gw kenal, minimal gw tau nama, wajah, dan pernah ngobrol bareng, walaupun telah terpisah jarak dan waktu adalah teman gw.
saat ini gw tidak akan bicara soal teman (ya..anda) yang secara de facto berada bersama gw sekarang (friends at current condition)
yang dibicarakan kali ini adalah teman yang udah lama gak ketemu dan atau berkomunikasi. sebutannya ‘teman yang jauh’

gimana rasanya kalo ketemu sama temen yang jauh ?
gw gak tau kalo anda, tapi gw selalu membongkar kembali memori gw tentang dia.

maksudnya, kalo gw ketemu temen gw selalu berusaha mengkondisikan dia seperti keadaan pada saat terakhir kali gw ketemu dia.
tujuannya biar gw tetep merasa akrab sama dia.
gw orang yang paling gak suka terjebak dalam suasana canggung.
jadi gw selalu berusaha merasa bahwa gw dan temen gw tersebut seolah tidak pernah terpisah lama.
seolah kita terakhir ketemu kemaren.

ketika Lebaran kemaren gw sempet menghadiri acara silaturahmi temen-temen SMA seangkatan gw.
hampir sebagian besar adalah teman-teman yang belum pernah lagi gw temui bahkan sejak gw lulus SMA. itu berarti sekitar 4 tahun yang lalu.
bisa dibayangkanlah, betapa banyak perubahan yang pasti dialami oleh seorang manusia pada masa selama itu. dan itu pasti.
tidak ada yang bisa menolak perubahan.
namun gw yakin seberapapun berubahnya seseorang, minimal masih ada bagian masa lalunya yang tertinggal.
pada kesempatan itu gw mencoba menguji teori gw itu.
ada benarnya dan ada salahnya.

gw menemukan bahwa ada sebagian teman yang begitu gw samperin, terasa atmosfer perubahannya. terasa bahwa ada kecanggungan dan obrolanpun hanya bersifat basa-basi. pokoknya gak nyaman lah.
tapi itu bukan masalah bagi gw. sekali lagi, manusia itu berubah.
dan mereka tetep teman gw sampe mereka sendiri yang mendeklarasikan bahwa gw gak berhak lagi menganggap mereka teman

sebagian lainnya, juga telah mengalami perubahan, tapi tetap mempunyai atmosfer yang masih tetap sama seperti masa-masa SMA dulu.
walaupun sudah jelas lama gak ketemu, namun begitu obrolan dimulai tidak terlihat bahwa kami semua terpisah. bahkan gw merasa bahwa kami lagi ngobrol-ngobrol di parkiran sekolah atau kantin atau di pinggir lapangan basket atau pos jaga di gerbang atau tempat manapun disekolah.
kalo divisualisasikan, mungkin yang terlihat adalah sekumpulan anak berseragam putih-abu-abu yang tengah bercandaria. bukan sekumpulan pemuda/i dewasa(atau beranjak dewasa?).

bagaimana sikap gw?
setiap ketemu teman yang jauh, gw sih berpikir positif aja.
gw selalu menganggap dia tidak berubah.
mindset awal gw adalah bahwa temen yang jauh itu masih tetap seperti dulu.
dan hasil akhirnya akan gw ketahui setelah obrolan pertama.
sikap badan dan pilihan kata juga menjadi penentu.

tapi kita kan gak bisa memaksakan tiap orang untuk sama kan?
iya makanya gw bilang setiap orang pasti berubah. dan perubahan adalah keniscayaan.
gak bisa dibendung.
tapi tentunya akan lebih menyenangkan kalo pertemuan kembali teman lama tidak diwarnai kecanggungan.
====================================================================================
gw dan tiga orang teman gw (yang kebetulan adalah para abdi negara juga) kalo ketemu, serasa gak pernah pisah aja.
kami tetap seperti masa-masa SMU dulu.
cara bicara,
cara bercanda,
cara bersikap,
tetap sama.
walaupun gw yakin dalam keseharian kami ini sudah sangat jauh berbeda dengan keadaan saat berkumpul itu, namun gw tetap merasa ‘dekat’ dengan mereka.

penyebabnya?
Winning Eleven !!!!

from the deepest of my heart

Friday, October 6th, 2006

"…Engkau Lelaki, kelak sendiri…"
begitu kata Bang Iwan….

kalo malem boleh memaki, kan?

Tuesday, October 3rd, 2006

Perokok itu memang egois !!!
udah tau warnetnya sempit, pake AC, dan gak ada jendelanya…dia malah merokok
goblok lu !!!

gak di angkot, gak di halte, gak di warnet…..
perokok emang gak peduli sama sekitarnya…
liat gak sih kalo di sekitarnya gak ada orang lain yang merokok kecuali dia?
jangan-jangan dia emang gak bisa ngeliat?
tapi kok bisa ngeliat monitor, ya?

kok gw sewot?
itu kan haknya dia…
iya sih, makanya gw marah2nya di blog aja.

kalo berani tegor donk….
halah…malah bikin ruwet….
orang kalo udah merasa benar, udah susah dikasih tau
dan gw bisa stress sendiri.

untung aj gw lagi agak pilek, jadi gak merasa terganggu
dan kalo gw gak merasa terganggu, untuk apa gw negor dia?
lha  wong pengunjung laen juga gak sewot (jangan2 temen dia semua)

lagian gw udah mau selesai ini
mari, para pembaca sekalian….gw balik dulu..ngantuk

====================================================================================
makanya gw gak mau jadi perokok,
soalnya gw gak tahan kalo di sungut-sungutin orang, diumpat-umpat orang, walaupun di dalam hati.
mending jadi pengumpat dari pada jadi perokok
kan jadi pengumpat gratis, gak perlu keluar duit