awalnya ‘barang’ itu gw anggap asing. walaupun tidaklah aneh.
sejak gw kecil gw udah sering mendengar nama ‘barang’ itu dan kenikmatannya. tapi jujur saja, gw sama sekali belum pernah menjamahnya. seandainya gw tau bakal jadi begini, tentu gw gak akan pernah menjamah ‘barang’ itu.
gw dikenalkan tentang ‘barang’ itu dari teman-teman. ya, seperti kebanyakan pecandu, teman adalah salah satu unsur yang dapat menjerumuskanmu, atau mengangkatmu.makanya gw pesen sama anda-anda, hati-hatilah dalam berteman. pandai-pandailah bersikap dalam menghadapi teman. bila kalian sudah terlanjur, kalian akan sangat sulit untuk kembali.
ya..teman. gw dikenalkan oleh teman gw kepada ‘barang’ ketika seorang pengedar ‘barang’ tersebut beroperasi di depan sekolah gw. kalian tahu lah, pengedar ‘barang-barang’ seperti itu pasti akan berusaha menjajakan ‘barang’nya kepada orang-orang seperti kami ini. para anak muda yang tengah senang-senangnya berpetualang dan mulai dihinggapi gejala konsumerisme. saat teman gw mengajak mengkonsumsi ‘barang’ itu gw nggak bisa menolak.
didorong oleh jiwa muda yang selalu ingin tahu ditambah perkenalan pertama gw dengan ‘barang’ tersebut secara gratis, alias biaya ditanggung temen gw, maka terjadilah momen itu. momen awal ketika ‘barang’ itu masuk dan bercampur dengan metabolisme tubuh gw.
entah mungkin karena gw masih polos, atau karena dorongan hati yang serba ingin tahu, gw malah merasakan kenikmatan ketika gw mengkonsumsi ‘barang’ itu. nikmat..sangat nikmat…..
gw merasa ingin lagi, walaupun dosis yang gw konsumsi sudah cukup banyak.
namun gw saat itu belum ketagihan. belum parah, setidaknya.
saat itu gw masih bisa mengendalikan diri karena gw sadar bahwa untuk mendapatkan ‘barang’ itu, berarti gw harus merelakan uang saku gw. dan uang saku pun gw masih memperolehnya dari orang tua.
jadi saat sekolah, gw mesti pandai-pandai menahan diri. paling gw dapat menikmati ‘barang’ itu ketika ada temen gw yang membayari, atau ada yang ngasih cuma-cuma.
belum, gw belum kecanduan, walaupun gw udah merasakan kenikmatan ‘barang’ tersebut.
berlanjut ketika kuliah.
gw kuliah di jakarta, jauh dari pengawasan orang tua. tentu saja gw merasakan kebebasan yang berbeda dibandingkan ketika sekolah dulu.
dan seperti kata orang, ‘di Jakarta Kamu bisa dapetin apa aja yang elo mau’.
dan gw membuktikannya.
‘barang’ itu begitu mudah didapat. mulai dari yang diedarkan disekitar kampus hingga ke pasar-pasar. dari tempat keramaian hingga di ujung jalan. bahkan di depan beberapa rumah ibadah pun, pengedar ‘barang’ ini pun juga ada.
luar biasa.
dan kenikmatan ketika mengkonsumsi ‘barang’ itu sekarang bervariasi. tergantung racikan si pengedar. gw merasakan setiap pengedar memiliki racikannya sendiri. walaupun sekilas bentuk ‘barang’ yang dihasilkannya sama, namun kenikmatannya bisa berbeda.
ah…mungkin itu bagian dari seni menikmati ‘barang’ itu.
apalagi kini, ketika gw udah mulai memiliki penghasilan sendiri, tentu saja tak ada yang bisa menghalangi gw dari menikmati ‘barang’ itu.
kapan pun gw ingin, gw akan langsung mendatangi pengedar terdekat.
ya..gw sudah mulai jadi pecandu….
gw akui, ketika perasaan senang, gw mengkonsumsi ‘barang’ itu.
ketika gw sedih, gw mengkonsumsi ‘barang’ itu juga.
gw udah jadi pecandu…
dan gw makin gak bisa lepas dari ‘barang’ itu…..
gw bukannya ingin mengajak kalian untuk ikut terjerumus seperti gw….
gw cuma pengen menunjukkan bahwa ‘barang’ itu bisa didapat dengan mudahnya di tempat-tempat seperti ini :
dan inilah ‘barang’ yang membuat gw ketagihan:
bahkan kita bisa membuat sendiri ‘barang’ tersebut karena resepnya bisa didapat di sini.
==============================================
sebenarnya, kalo mau jujur, mi ayam bukanlah yang terbaik.
kalo anda berkunjung ke Palembang, kalian akan menemukan makanan bernama ‘Tekwan’ , ‘Model’ , dan ‘Martabak HAR’.
of course mereka (menurut gw) punya sisi kenikmatan yang ‘eksotis’.
tapi berhubung gw kesulitan mencari ketiga jenis makanan itu di Jakarta ini, terutama yang mudah dijangkau dari tempat gw, maka Mi Ayam adalah Pilihan utama gw dalam urusan jajanan. di urutan berikutnya ada nasi Goreng dan gado-gado.