Archive for December, 2006

Just For My Mom

Friday, December 22nd, 2006

sometime i feel my heart so lonely
but i feel OK
no matter how my girl just leave me
i just dont care

whenever the rain falls down
its seem theres no one to hold me
she is there for me
she is my mom

just for my mom i write this song
just for my mom i sing this song
coz just my mom can wipe my tears
coz just my mom can only hear

you may say "i have no one….
to cover me under the sun"
you’ll always get it
from your mom

just for my mom–Sheila On 7

Blog kali ini gw dedikasikan kepada para Ibu (juga calon ibu, dan siapapun yang berkeinginan menjadi seorang ibu) di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Kalian sangat Mulia !!!

(telat sehari gak papa kan? maklum, udah beberapa hari gak sempet ke warnet. capek bos!!! mana komputer kantor juga belum connect ke Jaringan)

==============================================
untuk ibu,
saya sangat ingin menunjukkan bahwa saya sekarang tengah belajar berdiri sendiri
saya sangat ingin menunjukkan bahwa saya tengah belajar jadi dewasa

untuk Ibu,
saya sangat ingin memboncengkan Ibu ke Pasar
saya sudah bisa mengendarai motor sekarang

untuk Ibu,
maafkan saya yang belum sempat berbakti banyak kepadamu
maafkan saya karena belum banyak membahagiakanmu
maaafkan saya Ibu….

untuk Ibu,
semoga dari sana engkau melihat anakmu ini

untuk Ibu,
semoga damai di SisiNya

gw udah jadi pecandu !!!

Friday, December 15th, 2006

awalnya ‘barang’ itu gw anggap asing. walaupun tidaklah aneh.
sejak gw kecil gw udah sering mendengar nama ‘barang’ itu dan kenikmatannya. tapi jujur saja, gw sama sekali belum pernah menjamahnya. seandainya gw tau bakal jadi begini, tentu gw gak akan pernah menjamah ‘barang’ itu.

gw dikenalkan tentang ‘barang’ itu dari teman-teman. ya, seperti kebanyakan pecandu, teman adalah salah satu unsur yang dapat menjerumuskanmu, atau mengangkatmu.makanya gw pesen sama anda-anda, hati-hatilah dalam berteman. pandai-pandailah bersikap dalam menghadapi teman. bila kalian sudah terlanjur, kalian akan sangat sulit untuk kembali.

ya..teman. gw dikenalkan oleh teman gw kepada ‘barang’ ketika seorang pengedar ‘barang’ tersebut beroperasi di depan sekolah gw. kalian tahu lah, pengedar ‘barang-barang’ seperti itu pasti akan berusaha menjajakan ‘barang’nya kepada orang-orang seperti kami ini. para anak muda yang tengah senang-senangnya berpetualang dan mulai dihinggapi gejala konsumerisme. saat teman gw mengajak mengkonsumsi ‘barang’ itu gw nggak bisa menolak.

didorong oleh jiwa muda yang selalu ingin tahu ditambah perkenalan pertama gw dengan ‘barang’ tersebut  secara gratis, alias biaya ditanggung temen gw, maka terjadilah momen itu. momen awal ketika ‘barang’ itu masuk dan bercampur dengan metabolisme tubuh gw.

entah mungkin karena gw masih polos, atau karena dorongan hati yang serba ingin tahu, gw malah merasakan kenikmatan ketika gw mengkonsumsi ‘barang’ itu. nikmat..sangat nikmat…..

gw merasa ingin lagi, walaupun dosis yang gw konsumsi sudah cukup banyak.
namun gw saat itu belum ketagihan. belum parah, setidaknya.
saat itu gw masih bisa mengendalikan diri karena gw sadar bahwa untuk mendapatkan ‘barang’ itu, berarti gw harus merelakan uang saku gw.  dan uang saku pun gw masih memperolehnya dari orang tua.
jadi saat sekolah, gw mesti pandai-pandai menahan diri. paling gw dapat menikmati ‘barang’ itu ketika ada temen gw yang membayari, atau ada yang ngasih cuma-cuma.
belum, gw belum kecanduan, walaupun gw udah merasakan kenikmatan ‘barang’ tersebut.

berlanjut ketika kuliah.
gw kuliah di jakarta, jauh dari pengawasan orang tua. tentu saja gw merasakan kebebasan yang berbeda dibandingkan ketika sekolah dulu.
dan seperti kata orang, ‘di Jakarta Kamu bisa dapetin apa aja yang elo mau’.
dan gw membuktikannya.
‘barang’ itu begitu mudah didapat. mulai dari yang diedarkan disekitar kampus hingga ke pasar-pasar. dari tempat keramaian hingga di ujung jalan. bahkan di depan beberapa rumah ibadah pun, pengedar ‘barang’ ini pun juga ada.
luar biasa.

dan kenikmatan ketika mengkonsumsi ‘barang’ itu sekarang bervariasi. tergantung racikan si pengedar. gw merasakan setiap pengedar memiliki racikannya sendiri. walaupun sekilas bentuk ‘barang’ yang dihasilkannya sama, namun kenikmatannya bisa berbeda.
ah…mungkin itu bagian dari seni menikmati ‘barang’ itu.

apalagi kini, ketika gw udah mulai memiliki penghasilan sendiri, tentu saja tak ada yang bisa menghalangi gw dari menikmati ‘barang’ itu.
kapan pun gw ingin, gw akan langsung mendatangi pengedar terdekat.
ya..gw sudah mulai jadi pecandu….
gw akui, ketika perasaan senang, gw mengkonsumsi ‘barang’ itu.
ketika gw sedih, gw mengkonsumsi ‘barang’ itu juga.

gw udah jadi pecandu…
dan gw makin gak bisa lepas dari ‘barang’ itu…..

gw bukannya ingin mengajak kalian untuk ikut terjerumus seperti gw….
gw cuma pengen menunjukkan bahwa ‘barang’ itu bisa didapat dengan mudahnya di tempat-tempat seperti ini :
Mie_ayam_49_web

dan inilah ‘barang’ yang membuat gw ketagihan:
Miayam

bahkan kita bisa membuat sendiri ‘barang’ tersebut karena resepnya bisa didapat di sini.

==============================================
sebenarnya, kalo mau jujur, mi ayam bukanlah yang terbaik.
kalo anda berkunjung ke Palembang, kalian akan menemukan makanan bernama ‘Tekwan’ , ‘Model’ , dan ‘Martabak HAR’.

of course mereka (menurut gw) punya sisi kenikmatan yang ‘eksotis’.

tapi berhubung gw kesulitan mencari ketiga jenis makanan itu di Jakarta ini, terutama yang mudah dijangkau dari tempat gw, maka Mi Ayam adalah Pilihan utama  gw dalam urusan  jajanan. di urutan berikutnya ada nasi Goreng dan gado-gado.

finally……

Wednesday, December 13th, 2006

akhirnya…
600 lebih jam diklat itu berakhir hari ini.
resminya sih besok, tapi malam ini gw udah bisa menikmati segarnya aroma malam.

gw udah membayangkan menikmati bangun pagi bukan dengan dikejar-kejar keharusan untuk menyetrika kemeja putih, kemudian mencuci kemeja putih lainnya yang sudah gw rendam dengan deterjen semlalaman.
bahkan kemeja putih itu sebenarnya tidaklah putih lagi.

gw juga membayangkan menikmati pagi tanpa perlu menyiapkan konsentrasi ekstra untuk mewaspadai materi yang akan gw terima tiap pagi. mungkin konsentrasi itu perlu, tapi bukan saat ini deh…

dan gw membayangkan bahwa kegiatan sehari-hari gw tidak lagi terkungkung di ruangan pelatihan itu. gw harap gw bisa lebih fleksibel dalam bergerak.

tidak, gw tidak menganggap diklat ini sebagai beban. malah gw bersyukur bahwa gw diberi kesempatan mencicipi dan mungkin sebentar lagi terjerumus ke dalam dunia yang sejak jaman SMA dulu sangat ingin gw tekuni. dunia teknologi informasi. maklum, cita-cita gw masuk TI ITB dan IlKom UGM harus dilupakan karena gw gak berbakat di SPMB.dan lewat diklat ini gw ditawarkan untuk sekali lagi mencoba memasuki dunia itu.ya…

gw juga gak mengeluh kok. walau kadang kalo anda-anda perhatikan, blog-blog yang gw tulis selama gw menjalani diklat ini penuh nuansa merana, letih, dan tanpa semangat, itu cuma efek dari daya tahan tubuh yang melemah karena di gempur limpahan materi secara bertubi-tubi dalam hitungan hari. tapi dalam hati gw merasa tidak keberatan sama sekali.

dan setelah ini mungkin gw baru akan ngerasain hidup sebagai orang kantoran, dimana gw udah ketinggalan tiga bulan dibandingkan temen-temen gw seangkatan yang mungkin sudah sangat menguasai pekerjaanya.
but its ok…asal negara lekas-lekas menganugerahkan sebuah meja kerja lengkap dengan kursi dan sebuah PC bertengger diatasnya buat gw, gw bakal kejer semua ketertinggalan gw.

hffffff…………………..(menghela nafas…)
finally….
==============================================
gw ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membuat gw bertahan hingga gw bisa menyelesaikan diklat ini.
khususnya buat temen-temen di #forum2005 yang menyediakan wadah buat gw melepaskan segala bentuk kelelahan dan keletihan lewat ketikan-ketikan gw di hadapan forum yang terhormat.
juga buat Dia (ya..gw akui gw emang ngeselin, tapi gw cuma pengen ngajakin maen kok…)

its just another lonely night

Tuesday, December 5th, 2006

wedew…

malem ini penyakit penyendiri gw kambuh lagi….
dan kalo udah gini biasanya gw akan terkena serangan virus melankolik yang pada akhirnya menimbulkan akibat hati merana, jantung berdebar tak karuan, otak menghayalkan hal-hal tragis, dan kecenderungan untuk menyakiti perasaan diri sendiri………..
semoga malam ini cepat berlalu

===============================================
No More Lonely Night…., begitu kata Sir Paul McCartney

intermezzo

Tuesday, December 5th, 2006

malam ini adalah malam ketika tadi siang hujan turun.
sisa hujan masih terasa di dinginnya udara.
angin berembus, sedikit sepoi namun sesekali menderu
dan gw duduk di balkon kamar

biasanya kalo lagi PW gini gw tanpa sadar suka bersenandung lirih…
(keadaan sebenarnya : gw dilempari temen-temen yang lagi nonton tv karena berisik)
tapi kenapa kok nyanyinya lagu Rio Febrian?
damn…..
"..coz you have a Bad Day….."
(ehm….rasanya itu lagu Daniel Powter, ya?)

==============================================
seorang teman pernah dimarahi pacarnya cuma gara-gara bilang :
"aku mencintai kamu"
sang pacar bilang gini "Kamu tuh berani-beraninya bilang cinta. tapi apa kamu tau makna kata-kata yang kamu ucapkan itu?"
si teman tersebut sampai sekarang tidak bisa menemukan definisi yang memuaskan.
tapi untungnya pacarnya gak pernah nanyain lagi.

pertanyaan seperti itu bukan buat gw

di latar belakang mengalun lagu Menghitung Hari 2.Mp3, itu tuh yang nyanyinya cowok…

"belum pernah kujatuh cinta, sekeras ini seperti padamu……jangan sebut aku lelaki, bila tak bisa dapatkan engkau…."