Archive for January, 2007

Rocky

Sunday, January 28th, 2007

akhirnya selesai juga gw nonton salah satu dari beberapa film yang gw anggap sangat bagus :
Rocky…

secara gw sekarang udah bisa nonton DVD, maka gw lahap aja tuh langsung lima episode Rocky.
film ini memang keren banget.
filmnya action, tapi gak melulu isinya berantem.
(untuk di ketahui, walaupun mungkin sudah pada tahu, Rocky ini film tentang tinju)

menyaksikan lima film itu, serasa menyaksikan bagaimana berjalannya kehidupan manusia.
dimulai dari rocky yang cuma petarung jalanan, yang kemudian secara tak terduga mengalahkan Juara Dunia saat itu,
yang kemudian jadi sahabatnya,menghadapinya dua kali,
kemudian juga diceritakan bagaimana karirnya sebagai petinju mulai menanjak, mencapai puncaknya, dan menurun,
untuk kemudian sampai ketahap penyelesaian yang sangat manis.

sama seperti apa yang guru bahasa gw dulu sebut sebagai alur cerita
mulai dari awal, mulai menghadapi konflik, kemudian konfliknya makin memuncak, klimaks,
kemudian konflik mereda, lalu dakhiri dengan penyelesaian

menyaksikan kelima film itu, gw serasa bukannya nonton film action, tapi seolah nonton drama yang kebetulan dibumbui aroma action.

sisi actionnya sendiri juga gak mengecewakan.
pertarungan-pertarungan yang dilakukan rocky digarap serius.
bahkan gw sangat berharap kalo pertandingan tinju di dunia nyata juga seperti itu.
(you know, hal yang membuat gw gak seneng nonton pertandingan tinju adalah bahwa gw merasa nonton tinju itu membosankan.
tidak ada aksi yang seharusnya diperlihatkan oleh sebuah kegiatan yang disebut sebagai bertarung)

juga sisi drama nya…
gw melihat bagaimana Rocky yang sangat tangguh di ring, ternyata juga manusia.
dia bisa mengalami kebimbangan, ketakutan,juga melakukan kesalahan.
dan itu lah yang membuat gw angkat jempol buat film ini.
bahkan setelah gw nonton bagian kelima, tetap saja jempol gw angkat, dua lagi….
(apa gak capek tuh, jempol diangkat terus dari episode I sampai V)

gw gak akan cerita soal filmnya, jadi anda nonton sendiri deh…
rame-rame juga boleh…

mungkin itu film action terbaik yang pernah gw tonton

===================================================================================

satu lagi, gw juga kagum sekali sama Adriane, istri Rocky…
bagaimana dia mendukung rocky, bagaimana dia membangkitkan semangat, bagaimana dia memahami,
dan juga bagaimana dia melindungi suaminya itu…
seandainya gw yang jadi rocky, gw akan sangat bangga memiliki seorang pendamping seperti dia…
(bukan karena di episode I Adriane itu digambarkan sebagai Short Haired-Wearing SunGlass-Nerd Looking-Girl lho ya…)

turn bad

Monday, January 22nd, 2007

jam menunjukkan pukul 11 dan gw lapar.
yap, ini memang sudah saatnya makan siang.
gw memutuskan untuk segera membeli sesuatu untuk makan siang, karena gw males kalo udah rame.
kalo udah jam 12, sudah pasti tempat makan bakal dipenuhi pengunjung.

hari gw memutuskan untuk beli makan siang di basemen aja.
di basemen kantor ada yang jual makan siang.
lumayan sih juga menunya.
sengaja juga gw pilih beli makan disana karena dekat dengan indomaret, so gw bisa sekalian beli minum dan dessert favorit gw saat ini, Nata de coco.
dan begitu gw tiba di basemen,ternyata sudah ada yang ngantri di depan gw.
okelah, secara beli makan siang di basemen lebih praktis ketimbang beli di deretan kedai makan ang letaknya di luar kompleks kantor.
(ini juga kantor yang aneh…kantor segede gini kok gak punya kantin atau apalah itu namanya)
akhirnya gw ikutan ngantri.

sambil ngantri gw memantau, mengawasi, dan merencanakan menu apakah kiranya yang hendak gw lahap untuk harui ini
satu orang di depan gw telah dilayani.hmm..pasti dia udah datang sebelum gw.
antrian makin banyak, ternyata karena di luar gerimis. mungkin orang-orang males kalo mesti ke luar kantor.
orang kedua dilayani, gw yakin dia datang sebelum gw juga.
kemudian si ibu mulai menyendok nasi ke bungkus kertas dan menatap beberapa orang yang antri bersama gw,sekilas (gw yakin cuma sekilas)
lalu pandangannya beralih ke ibu-ibu yang berdiri di samping gw dan memutuskan untuk melayani ibu itu.

damn !!!

sebenernya gak masalah sih kalo gw ngalah, tapi yang bikin gw males adalah gw mendengar gumaman samarnya ketika dia memutuskan untuk melayani ibu itu
"pake apa, Bu ? *pada gak ada yang mau mesen nih*.." (kata-kata yang diapit tanda bintang adalah gumaman pelan yang berhasil gw denger.

damn…damn..damn….!!!!
hei, Ibu..kok tadi gak nanya "siapa berikutnya?"
kok malah bergumam seperti itu?
kita kan gak tau habis ini giliran siapa?
lha wong rame gini.
kita kan gak mau nyerobot giliran.
mestinya di tanyain dulu, baru beralih.
ok lah….gw masih sabar..

namun berikutnya, justru orang-orang yang datang setelah gw yang dilayani….
cukup, sudah habis kesabaran gw..
daripada makin dongkol gw langsung tinggalin aja tuh basemen,dan memutuskan menembus gerimis untuk beli nasi padang.
hhh….!!!

loh kok gw gak bilang aja ke ibu itu?
sudahlah…gw males…
gw udah gak mood lagi karena denger gumamannya itu.
penjual itu kan melayani, bukan seenaknya sendiri

damn !!!

==============================================================
dan kejadian tadi mengubah total mood gw hari ini
(untuk kesekian kalinya….) Damn !!!

lelaki itu….

Wednesday, January 17th, 2007

untuk kesekian kalinya lelaki itu datang ke gw
gw sudah tahu apa maksud kedatangannya
dia sudah berkali-kali datang untuk satu tujuan yang sama
berkeluh kesah
berkeluh kesah tentang hidupnya

sesungguhnya gw sama sekali gak ngerti masalahnya
dan gw pernah bilang ke dia
namun dia seperti gak peduli
"gw cuma pengen cerita ke lo, karena cuma lo yang gw percaya.
kebanyakan orang bersimpati, tapi setelah itu mereka pergi. karena mereka punya urusan mereka masing-masing"
dalam hati gw berkata "gw juga sih…"
namun gw gak bilang itu ke dia. gak etis
"gw cuma pengen cerita, biar perasaan gw lega. gw tahu lo temen yang baik…"
kata ‘teman’ itu membuat gw pada akhirnya membiarkan dia bercerita

dan malam itu dia kembali menceritakan kisahnya.
kisah pilu tepatnya.
dan cerita-ceritanya hampir selalu sama : kegagalan, kepahitan, kejatuhan.
jujur saja gw muak mendengar keluh-kesah semacam itu.
tapi karena gw kenal baik siapa dan bagaimana sifat laki-laki ini, gw malah merasa iba

dia laki-laki yang tangguh dan kuat
seorang yang bisa membuat gw merasa bahwa gw gak salah memilih untuk berteman dengannya
dia orang yang tak segan untuk menolong orang lain, bahkan seandainya dia lebih membutuhkan

tapi mendengar kisahnya, dia benar-benar terlihat sangat lemah, rapuh dan tak berdaya
sungguh berbeda jika gw melihat kesehariannya yang seolah hidup tanpa beban, lepas
gw gak tau gimana dia bisa menyimpan rasa sakit yang sedemikian
gw yakin gw gak bakal sanggup jika gw harus menanggung kepedihan seperti yang dia rasakan

dia bercerita dengan lancar, tanpa gw sela sedikitpun hingga selesai
nada suaranya datar dan tatapan matnya hampa
namun ketika ia mengakhiri ceritanya, semangat kembali muncul dalam dirinya

"makasih udah dengerin cerita gw. gw ngerasa lebih baik sekarang…."
dia menghela nafas keras-keras. berdiri dan meregangkan badannya
"..udah malem. gw balik dulu. gw gak mau telat ngantor…"
dia kemudian menepuk bahu gw
"…thanks. gw tau lo emang teman gw yang paling baik…"

dia lalu berjalan pulang, menghilang di balik gelap malam.

gw cuma bisa memandangi kepergiannya
teman, sampai kapan lo sanggup begini….bertahan….
dan setitik air mata menetes dari sudut mata gw………

astaga, sejak dia datang sampai dia pulang tadi, gw bahkan belum berkata-kata sepatahpun….!!

=============================================================

dia sempat bilang gini
"..kalo gw merasa gw udah nemuin yang terbaik,kenapa gw masih harus disuruh mencari yang lebih baik ?"

akh, temanku….gw sedih bukan karena cerita-cerita lo
gw sedih karena lo seringkali dipahami secara salah oleh orang lain

fantasi

Thursday, January 11th, 2007

anda sedang berada di pantai bersama seorang wanita cantik berbikini?

atau anda berada di sebuah sudut ruangan di sebuah rumah sakit bersama seorang suster berseragam putih-putih?

mungkin juga anda sedang berada di ruang rapat dan hanya berduaan dengan sekretaris anda, seorang wanita muda bersetelan kantor ?

bisa juga anda sedang terikat di kursi tanpa lengan bersama seorang wanita berpakaian kulit dan memegang cambuk?

akh, terserah anda lah…..

gw membayangkan Ami Mizuno Memakai Cheongsam
Canton_ice_blue__whiteblue_blossoms Cheongsam

==============================================================
apakah kaitan antara Ami Mizuno, Lucy Wiryono, Kania SutisnaWinata, Prita Laura, dan Velma ?

pintu

Saturday, January 6th, 2007

Door

ada sebuah pintu
pintu besar dan kokoh layaknya gerbang kota
dan mungkin memang gerbang kota, karena di baliknya, seperti yang pernah gw lihat, adalah ruang yang nyaman untuk hidup

dulu, pintu itu sebenarnya bisa dimasuki.
gw gak inget apa gw pernah masuk melalui pintu itu.
tapi yang gw inget, gw pernah mencoba masuk ke sana

dan bodohnya gw, tidak dengan cara yang wajar
gw malah berusaha mendobrak pintu itu, mencongkel kuncinya
layaknya perampok seribu satu malam
padahal yang perlu gw lakukan adalah mengetuk dan minta izin masuk kepada sang empunya

sebuah tempat yang tadinya bisa gw masuki
kini telah menutup dirinya rapat-rapat
tak peduli apapun yang gw lakukan untuk masuk
pintu itu tetap bergeming

kini yang bisa gw lakukan cuma menggedor-gedor pintu besar nan kokoh itu
berharap suatu saat pintu itu akan membuka, atau malah roboh sama sekali

dan gw gak tau sampai kapan
gw harus berdiri di depan pintu itu
mengemis dan menghinakan diri
bahkan gw gak tau apakah pintu itu masih akan membuka

itu harga yang harus gw bayar
atas sebuah kebodohan

==============================================
mereka bilang ada banyak pintu lain yang bisa gw masuki
mereka juga bilang bahwa pintu pintu yang lain itu lebih bagus
mereka bilang kota yang ada di baliknya lebih gemerlap
tapi bukan gemerlap kota yang gw cari

apa yang gw cari ada di balik pintu ini
apakah dibaliknya sebuah kota putih yang megah
atau kah kota mati yang gelap
gw sudah siap

nyumbang lagu

Friday, January 5th, 2007

kemaren, kembali direktorat gw ngadain acara  penyambutan direktur baru.
sebenernya direktorat gw bukannya ganti direktur, tapi dipecah jadi dua direktorat. sehingga tentu saja diperlukan seorang direktur lagi untuk mengisi posisi tersebut.

acara tersebut, yang tentu saja intinya adalah acara makan-makan, diadakan di sebuah rumah makan di bilangan palmerah. agak berbeda dengan acara yang lalu dimana kami se-direktorat diboyong ke sebuah kampung restoran di pedalaman Sentul.
tapi itu bukan masalah, karena terlepas dari formalitas acaranya, yang penting kan esensinya : mengenal direktur baru, dan makan-makan.

tapi gw gak akan bahas soal makan-makannya, karena anda pasti sudah tau apa yang gw lakuin dalam situasi acara yang dihadiri banyak orang dengan banyak porsi makanan dan terutama adalah gratis.
adalah suatu tindakan doktrinasi dan pembodohan bila gw masih harus menceritakan kepada anda bagaimana gw melampiaskan nafsu membunuh gw.

sebagaimana biasanya acara-acara seperti itu, tidaklah lengkap rasanya bila tidak ada acara nyanyi-nyanyinya. tapi umumnya di acara seperti itu gak mungkinlah pake full band. makanya dihadirkanlah atraksi organ tunggal (bukan yang ndangdutan tapi ya) plus mbak biduannya.

tapi gini, lho. yang agak gw pikirin adalah lagu-lagunya kebanyakan lagu-lagu lawas nan kalem semisal kemesraan, dan sebagainya.
ya wajar aja sih, lha wong yang hadir kan generasinya bapak-ibu yang mungkin jantungan kalo denger lagu-lagu jaman sekarang.

nah, pertanyaan yang sering muncul di benak gw kalo menghadiri-acara-acara semacama ini adalah : kalo, dalam waktu sepuluh atau duapuluh tahun lagi, saat generasi seangkatan gw ini ngadain acara-acara semacam ini, kira-kira lagu apa ya yang bakal dimaenin?

gw agak merasa geli kalo ada seorang bapak usia empat-puluhan, katakanlah menyanyikan lagu Naluri Lelaki dengan suara yang sudah ngebass berat.
atau seorang ibu yang nyanyi lagu lelaki Buaya Darat, masa’ mesti sambil jejingkrakan juga?

atau kita tetap mesti nyanyi lagu-lagu evergreen jaman dulu?

==============================================

setelah beberapa hari dirundung mendung, akhirnya siang ini cuaca sangat cerah dan terik
mengingatkan gw ketika beberapa bulan lalu gw berkeliaran di jalanan sebuah kota ‘asing’, cuma dengan satu tujuan dan nekad.
ya, keadaan cuaca saat itu ya seperti ini. serasa deja vu
semoga gw kelak bisa kembali lagi ke kota itu, dengan misi yang lebih agung tentunya.