Archive for February, 2007

Sebuah Pencapaian

Friday, February 9th, 2007

apakah pencapaian tertinggi itu?

ketika seorang rekan menanyakan seperti itu dalam blognya, gw memberikan sebuah jawaban (dengan kata-kata yang berbeda):
"kalo lo naik ke ketinggian, pencapaian tertinggi adalah tempat dimana lo memutuskan untuk nggak akan naik lagi"

bagi gw sebuah pencapaian tertinggi, dalam hal apapun adalah suatu keniscayaan (thanks to ndorokakung atas diksinya).
terlepas dari sadar atau tidaknya bahwa kita ,dalam setiap sisi kehidupan,
sebenarnya selalu menuju ke sebuah pencapaian.

menuju sebuah pencapaian itu pasti
tidak ada manusia yang hidupnya tidak menuju ke sebuah pencapaian.
walaupun cuma hal yang sepele.
bahkan seorang yang hanya bermalas-malasan dalam hidupnya pun sebenarnya punya pencapaian.
kepuasan diri adalah pencapaian yang minimal bisa diraihnya.

sekarang pertanyaannya, setinggi apa seseorang bisa mencapai pencapaian tertingginya?
menurut gw, pencapaian tertinggi seseorang adalah setinggi keinginan hatinya.
makanya gw bilang bahwa pencapaian tertinggi adalah tempat dimana seseorang ‘memutuskan’ untuk nggak akan naik lagi
bukan tempat dimana seseorang sudah ‘tidak bisa’ naik lagi.

kalo dalam usahanya menuju pencapaian ia menghadapi tempat dimana dia sudah tidak bisa naik lagi,
namun keinginan hatinya mengatakan bahwa ia tetap harus naik,
bahwa ini bukanlah pencapaian tertingginya,
ia pasti akan terus maju.
entah dengan mendobrak naik, atau mencari jalan memutar untuk menuju puncak.

begitu pula bila hatinya sudah memutuskan bahwa ia tidak akan naik lagi.
meskipun ia baru sedikit mendaki, namun bila ia sudah menemukan pencapaian tertingginya, maka berhentilah ia.
itulah pencapaian tertingginya.

dan gw adalah yang meyakini bahwa pencapaian setiap orang itu berbeda.
pencapaian gw dan pencapaian anda pasti berbeda,
walaupun kita berada dalam jalan yang sama,
sama-sama mendaki ketinggian yang sama.
bisa jadi pencapaian tertinggi gw ada di suatu tempat di bawah pencapaian tertinggi anda
atau bisa saja ketika anda menyatakan bahwa anda telah mencapai pencapaian anda,
gw justru melihat bahwa pencapaian gw masih masih berupa sebuah titik kecil di kejauhan sana.

gw gak bisa memvonis bahwa anda telah mencapai pencapaian tertinggi anda
gw juga anda tidak bisa menetapkan sebuah pencapaian untuk anda.
kalaupun ternyata kelihatannya pencapaian anda sama dengan apa yang gw tunjukkan,
itu bukan semata-mata karena gw.
anda dan keinginan hati anda lah yang menentukannya.
gw ini cuma memberikan pandangan.
dan tidak berhak memaksakan.

lantas apakah bila seseorang telah mencapai pencapaian tertingginya, ia akan selamanya berhenti?
sekali lagi, itu tegantung keinginan hatinya.
apakah ia akan menikmati pencapaiannya, atau ia kemudian tergoda untuk melanjutkan pendakiannya.
bila ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, maka apa yang baru dicapainya itu bukanlah pencapaian tertingginya.
karena ia masih memutuskan untuk naik lagi.

as simple as that

====================================================================================================================

……"Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?" tanya si anak, ketika mereka mendirikan tenda pada hari itu
"Sebab, di mana hatimu berada, disitulah hartamu berada."……

The Alchemist—–Paulo Coelho

"…The Alchemist…..ini buku paling penuh filosofi yang pernah gw baca..."
Pooney_Man, The Saint Pooney Of PooneyLand

kepada Negara : maafkan gw…

Monday, February 5th, 2007

maafkan gw..
hari ini gw gak bisa ngantor (ngantor disini adalah tidak sama dengan masuk kerja)

secara hujan deras dari pukul 2 dinihari, bahkan sampe pukul 6 hujan masih belum berhenti, maka pagi ini gw dan Jay memutuskan untuk tidak berangkat ngantor (ingat, ngantor disini adalah tidak sama dengan masuk kerja)
sebenernya gw rada berat juga buat gak masuk, tapi apa daya hujan di selasa pagi menghalangi gw untuk pergi.

lagipula (ini pembelaan diri gw) kalo pun gw berangkat setelah hujan reda (yaitu sekitar pukul 6.30) sampenya juga tetap telat. dan dikantor pun gw gak ngapa-ngapain (betul, kami ini para pelaksana tak bertuan) dan sore pulang lagi….
akhirnya gw dengan berat hati (sedikit senyum tersungging) gw putuskan untuk menuruti kata hati gw, yaitu membolos hari ini.

sejenak gw menikmati pagi ini dengan ngegame ‘Huntsville MysteryCase’ sampe tamat. tapi ternyata, begitu gw selesai pada pukul 8, ternyata langit di luar cerah. walaupun ada gumpalan awan mendung, namun untuk ukuran akhir-akhir ini cuaca cukup baik.

timbul sedikit rasa penyesalan di hati.
namun tak lama, temen kos yang kantornya di bilangan lapangan Banteng balik ke kosan
"Tanah Kusir dan Pasar Bintaro banjir. jalannya gak bisa dilewati. makanya saya balik lagi"
singkat kata, beliau bolos juga.

dan itulah alibi gw.
"maaf, Pak. saya gak bisa berangkat karena banjir.."
"rumah kamu kebanjiran?"
"tidak, Pak. tapi jalan -jalan yang menuju keluar daerah tempat tinggal saya yang kebanjiran dan gak bisa dilewati"

kira-kira gitu deh, kalo besok tiba-tiba gw ditanyain.
(tapi masa sih, ditanyain? kayaknya sih nggak)

==============================================
kepada Negara, gw mohon maaf hari ini gak bisa ngantor (sekali lagi, ngantor disini adalah tidak sama dengan masuk kerja).
tapi percayalah, dari lubuk hati yang paling dalam, hasratku untuk mengabdi padamu tak pernah padam