Sebuah Pencapaian
apakah pencapaian tertinggi itu?
ketika seorang rekan menanyakan seperti itu dalam blognya, gw memberikan sebuah jawaban (dengan kata-kata yang berbeda):
"kalo lo naik ke ketinggian, pencapaian tertinggi adalah tempat dimana lo memutuskan untuk nggak akan naik lagi"
bagi gw sebuah pencapaian tertinggi, dalam hal apapun adalah suatu keniscayaan (thanks to ndorokakung atas diksinya).
terlepas dari sadar atau tidaknya bahwa kita ,dalam setiap sisi kehidupan,
sebenarnya selalu menuju ke sebuah pencapaian.
menuju sebuah pencapaian itu pasti
tidak ada manusia yang hidupnya tidak menuju ke sebuah pencapaian.
walaupun cuma hal yang sepele.
bahkan seorang yang hanya bermalas-malasan dalam hidupnya pun sebenarnya punya pencapaian.
kepuasan diri adalah pencapaian yang minimal bisa diraihnya.
sekarang pertanyaannya, setinggi apa seseorang bisa mencapai pencapaian tertingginya?
menurut gw, pencapaian tertinggi seseorang adalah setinggi keinginan hatinya.
makanya gw bilang bahwa pencapaian tertinggi adalah tempat dimana seseorang ‘memutuskan’ untuk nggak akan naik lagi
bukan tempat dimana seseorang sudah ‘tidak bisa’ naik lagi.
kalo dalam usahanya menuju pencapaian ia menghadapi tempat dimana dia sudah tidak bisa naik lagi,
namun keinginan hatinya mengatakan bahwa ia tetap harus naik,
bahwa ini bukanlah pencapaian tertingginya,
ia pasti akan terus maju.
entah dengan mendobrak naik, atau mencari jalan memutar untuk menuju puncak.
begitu pula bila hatinya sudah memutuskan bahwa ia tidak akan naik lagi.
meskipun ia baru sedikit mendaki, namun bila ia sudah menemukan pencapaian tertingginya, maka berhentilah ia.
itulah pencapaian tertingginya.
dan gw adalah yang meyakini bahwa pencapaian setiap orang itu berbeda.
pencapaian gw dan pencapaian anda pasti berbeda,
walaupun kita berada dalam jalan yang sama,
sama-sama mendaki ketinggian yang sama.
bisa jadi pencapaian tertinggi gw ada di suatu tempat di bawah pencapaian tertinggi anda
atau bisa saja ketika anda menyatakan bahwa anda telah mencapai pencapaian anda,
gw justru melihat bahwa pencapaian gw masih masih berupa sebuah titik kecil di kejauhan sana.
gw gak bisa memvonis bahwa anda telah mencapai pencapaian tertinggi anda
gw juga anda tidak bisa menetapkan sebuah pencapaian untuk anda.
kalaupun ternyata kelihatannya pencapaian anda sama dengan apa yang gw tunjukkan,
itu bukan semata-mata karena gw.
anda dan keinginan hati anda lah yang menentukannya.
gw ini cuma memberikan pandangan.
dan tidak berhak memaksakan.
lantas apakah bila seseorang telah mencapai pencapaian tertingginya, ia akan selamanya berhenti?
sekali lagi, itu tegantung keinginan hatinya.
apakah ia akan menikmati pencapaiannya, atau ia kemudian tergoda untuk melanjutkan pendakiannya.
bila ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, maka apa yang baru dicapainya itu bukanlah pencapaian tertingginya.
karena ia masih memutuskan untuk naik lagi.
as simple as that
====================================================================================================================
……"Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?" tanya si anak, ketika mereka mendirikan tenda pada hari itu
"Sebab, di mana hatimu berada, disitulah hartamu berada."……
The Alchemist—–Paulo Coelho
"…The Alchemist…..ini buku paling penuh filosofi yang pernah gw baca..."
Pooney_Man, The Saint Pooney Of PooneyLand
February 14th, 2007 at 6:19 pm
nasehat nyokap gw bikin lah target setinggi yang lu nggak bisa capai, supaya kalo nggak tercapai pasti hasilnya tetep tinggi….
(nasehat yang aneh)
======================
selamat untuk gue sendiri karena udah mengisikan comment ke 200 dlm postingan lu yang ke 100…
hadiah bisa gue ambil di mana pun?
=====================
September 13th, 2007 at 2:18 am
pencapaian tertinggi aku… menjadi orng yg biasa2 aja..