"buat apa sih kita menikah?"
kedengarannya bodoh ya kalo kita nanyain pertanyaan itu…
tapi gw bener-bener pernah mempertanyakan itu lho….
"buat menyempurnakan separuh agama"
"buat meneruskan keturunan"
"biar bisa membentuk keluarga"
"supaya hati tenteram"
"supaya hidup itu punya tujuan"
"biar pintu rejekinya kebuka"
"biar nggak sendiri"
"supaya halal"
"supaya bisa menyalurkan kebutuhan"
"supaya yahud.." (halah)
"supaya keren…." (hayah..ini apa lagi)
gak ada yang salah kok sama jawaban-jawaban itu.
semua benar…
dan itulah jawaban-jawaban yang gw dapat atau saya sarikan dari banyak teman dan orang-orang yang sudah lebih berpengalaman.
jadi gw setuju sama jawaban-jawaban itu?
tidak sepenuhnya…
kenapa?
karena jawaban itu nggak keluar dari hati gw.
ok, mungkin lagi-lagi anda nganggep gw bodoh atau apa, tapi selama ini gw selalu mencari alasan kenapa orang (dalam hal ini, diri gw sendiri) menikah.
"nikah itu biar hati lo tentram" kata seorang teman
tapi begitu gw tanya ke diri sendiri, "buat apa lo nikah?" tiba-tiba gw merasa itu bukanlah jawaban hati gw (ceilee…jawaban hati….cem butul aja…)
"biar lo bisa nyalurin kebutuhan lo secara Halal" akh…kok jawaban ini kesannya mengidentikkan nikah dengan hubungan kelamin semata ya?
"…untuk menyempurnakan separuh agama….." walah…gw aja beragama masih belom nyampe seperempat….
"….untuk meneruskan keturunan…." hmm….kayaknya ini kejauhan buat gw…
gw butuh jawaban yang lebih personal…lebih pribadi, yang memang jawaban itu yang gw butuhkan….jawaban yang custom (halah…)
Suatu kali gw sempet nanyain ke seorang teman, "Mas kenapa sih sampean dulu memutuskan untuk menikah?"
sang Mas itu menjawab "biar hidup saya punya tujuan"
awalnya gw nggak ngeh sama jawabannya itu dan menganggapnya sama seperti jawaban-jawaban lain. hingga suatu hari sebuah pencerahan datang ke gw…
akhir-akhir ini kayaknya temen-temen gw udah pada mulai beli rumah nih. gw yang gak pernah ngeh sama hal-hal begituan tiba-tiba merasa terusik.
gw yang nganggep itu adalah urusan orang yang udah ‘dewasa’, akhirnya mulai mikir bahwa gw juga harus jadi dewasa (hihihi…ada hubungannya gak sih beli rumah sama kedewasaan???). dan mulailah gw coba-coba nyari tau soal rumah, cara beli rumah, dan sebagainya. juga mulai mikir enaknya dimana ya…
dan saat itulah sebuah suara dari langit tiba-tiba terdengar :
"mas…ini kabelnya udah lama nih…bisa korslet kalo dibiarin aja…"
lho…kok jadi suara teknisi listrik?
maksud gw suara yang ini :
"ngapain lo nyari rumah?"
"ya buat tinggal" jawab gw
"emang kosan lo ini gak cukup?"
"mm…cukup sih…."
"trus kenapa?"
"……." gw terdiam.
Tiba-tiba gw tersadar.
kesadaran gw ini sebenernya gak ada hubungannya sama beli rumah dan suara yang mempertanyakan alasan itu. pokoknya tau-tau gw mengerti apa maksudnya si Mas temen gw tadi itu bilang bahwa menikah membuat hidupnya punya tujuan.
hidup gw saat ini tanpa tujuan.
gw gak tau sekarang ini gw hidup untuk apa dan untuk siapa.
gw gak punya pegangan
gw jauh dari orang tua
gw hidup cuma buat diri gw sendiri, dan gw tau itu gak akan lama
hidup gw saat ini seadanya aja.
pagi bangun, berangkat ke kantor,di kantor kerja (dan males-malesan juga),sore pulang,malam tidur dan seterusnya.
kadang diselingi maen futsal,berenang,bercanda dengan teman teman, nonton film. thats it
gw butuh tujuan
gw butuh pencapaian
gw butuh quest, kalo di istilah game-game Online
gw butuh berjuang, bertarung
dan yang terpenting gw butuh orang yang gw perjuangkan.
orang yang membuat gw kerja banting tulang.
orang yang akan gw perjuangkan.
gw butuh orang yang bisa gw buat bahagia…
orang yang pada senja hari bisa gw katakan padanya "semua ini gw lakuin buat ngebahagiain lo…"
i wanna make you happy, my queen…
orang tua?
itu sudah keharusan.
saudara-saudara? mereka toh akan punya keluarga dan orang yang akan mereka perjuangkan
teman dan sahabat? begitu pula mereka.
thats it.
gw ngerti sekarang.
gw bukan tipikal orang yang berusaha sendiri untuk meraih kejayaan.
bukan, gw bukan manusia super seperti itu. walau gw tau banyak orang yang mampu kayak gitu.
gw ini ksatria yang bertarung melawan naga untuk menyelamatkan sang putri yang ditawan penyihir di menara tinggi
gw bukan kaisar penakluk tiga benua yang pada akhirnya jatuh hati pada seorang ratu penguasa Mesir
gw…..
………ya, ada apa?
maaf, mas….kepanjangan…..jadi langsung aja deh ke intinya….
menurut mas apa alasan mas kalo nanti mas memutuskan menikah?
jawaban gw?
iya lah..masa ya iya dong, apalagi ya iya dech
Mulan aja Jameela, masa Jameedong, apalagi Jameedech
jawaban mas apa?
karena gw harus berjuang, untuk orang yang gw cintai.
untuk membahagiakannya.
========================================================================
Terimakasih buat Geladi Garnida dan Adhitya Mulya, yang telah membagi lelaki menjadi tipe Tahu dan Tipe Lontong…halah…
akhirnya gw bisa ngerti filosofinya, gak cuma komedinya….